MAGELANG - Ribuan santri dan masyarakat tumpah ruah memadati area kegiatan. Mereka khidmat mengikuti setiap rangkaian kegiatan mulai dari doa bersama hingga pengajian akbar oleh KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dari Jogja dan KH Ahmad Said Asrori dari Kabupaten Magelang.
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengatakan, haul Syekh Subakir menjadi momentum untuk menguatkan silaturahmi dan saling berbagi kepada sesama. "Hari-hari ini kita perlu loman (berbagi) dengan sesama, ini penting. Kota Magelang itu tidak neko-neko, dari dulu sudah menjunjung tinggi toleransi," kata Aziz.
Dia ingin, kegiatan ini rutin digelar sebagai wujud penghormatan kepada tokoh atau ulama yang telah berjasa untuk Kota Magelang. Aziz juga berkeinginan untuk mengadakan hari kelahiran (milad) Pangeran Diponegoro setiap bulan November.
Ketua Panitia sekaligus Ketua PCNU Kota Magelang Akhamd Rifai mengungkapkan rasa syukur karena Haul Syekh Subakir, ulama besar dalam sejarah perjuangan Islam di Tanah Jawa, dapat digelar lagi setelah pandemi Covid-19. "Di sini kita bersama-sama mendoakan Syekh Subakir, doa itu menjadi barokah bagi kita semua. Harapannya agar tahun berikutnya terus terlaksana," katanya.
Haul Syekh Subakir diawali dengan doa bersama dan khataman (khotmil) Alquran di area makam Syekh Subakir di atas Kebun Raya Gunung Tidar, Kamis (24/8) pagi. Khotmil diikuti kurang lebih 30 santri Pondok Pesantren Al-Ma’unah, Tulung, dan pengurus Jam’iyyatul Qurra’ Walhuffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) Magelang. (aya)
Editor : Amin Surachmad