Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perpustakaan Sekolah Didorong Sesuai Standar Nasional Perpustakaan

Jihan Aron Vahera • Jumat, 25 Agustus 2023 | 21:14 WIB
Puluhan pustakawan atau pengelola perpustakaan sekolah dari SMP dan MTs saat bimtek di Pusat Diklat Kutoarjo beberapa waktu lalu (Dinpusip Purworejo untuk Radar Purworejo)
Puluhan pustakawan atau pengelola perpustakaan sekolah dari SMP dan MTs saat bimtek di Pusat Diklat Kutoarjo beberapa waktu lalu (Dinpusip Purworejo untuk Radar Purworejo)

PURWOREJO, RADAR JOGJA  - Pengelolaan perpustakaan sekolah di Kabupaten Purworejo didorong agar sesuai dengan standar nasional perpustakaan (SNP). 

Perpustakaan sekolah yang sesuai SNP biasanya adalah perpustakaan sekolah yang sudah terakreditasi. Saat ini, di Kabupaten Purworejo ada 46 sekolah baik SMP dan SMA yang sudah terakreditasi.

Kabid Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Purworejo Aspiyatun menyebutkan, baru-baru ini pihaknya mengadakan bimbingan teknis kepada petugaa perpustakaan sekolah. Yakni, sebanyak 36 pustakawan atau pengelola perpustakaan sekolah dari SMP dan MTs di Kabupaten Purworejo.

Selain untuk, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengelola perpustakaan sekolah menuju terpenuhi kriteria pengelolaan perpustakaan sesuai SNP, juga untuk meningkatkan mutu layanan perpustakaan. 

"Nantinya, perpustakaan sekolah mereka akan diajukan penilaian akreditasi perpustakaan, baik ditahun 2023 maupun tahun 2024," katanya Jumat (25/8). Dia berharap, ke depan sekolah-sekolah di Purworejo akan memiliki perpustakaan yang terakreditasi dan terstandarkan dengan baik sesuai SNP.

Dengan begitu, kualitas atau mutu pelayanan di perpustakaan sekolah akan menjadi lebih baik. Untuk membantu proses pembelajaran dan perkembangan intelektual siswa.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti juga berharap, baik sekolah negeri dan swasta di Purworejo dapat lebih aktif untuk melakukan perbaikan dalam pengelolaan dan mengikuti penilaian akreditasi perpustakaan. Yakni, untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan yang memenuhi SNP.

"Terlebih, untuk mendukung keberhasilan implementasi kurikulum merdeka belajar yang tentunya membutuhkan kemudahan akses dalam memperoleh bahan belajar," ujar Yuli. 

Disampaikan, pada 2021, Perpustakaan Nasional telah melakukan pemetaan kondisi kegemaran membaca di Indonesia melalui kajian kegemaran membaca masyarakat. Kajian itu mencakup 34 provinsi di Indonesia dan nilai gemar membaca masyarakat Indonesia pada 2021 mencapai angka 59,52. 

Untuk itu, dia mendorong literasi masyarakat agar terus meningkat. "Yakni, dengan mengoptimalkan perpustakaan umum daerah dan perpustakaan keliling, serta ratusan perpustakaan yang ada di hampir setiap sekolah maupun desa," pesan dia. (han/bah)

 

Editor : Bahana.
#Pendidikan #perpustakaan #jawa tengah #Purworejo