Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dosen Perempuan UIN Kartasura yang Ditemukan Meninggal, Sedang Siapkan Ujian Wawancara Beasiswa ke Luar Negeri

Amin Surachmad • Jumat, 25 Agustus 2023 | 09:49 WIB

TETANGGA: Rumah milik tetangga di mana mayat dosen UIN Raden Mas Said Solo Wahyu Dian Silviani ditemukan Kamis (24/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
TETANGGA: Rumah milik tetangga di mana mayat dosen UIN Raden Mas Said Solo Wahyu Dian Silviani ditemukan Kamis (24/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADAR JOGJA - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Kartasura Wahyu Dian Silviani, 34, dikenal berprestasi. Perempuan 34 tahun itu akan melanjutkan kuliah dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di luar negeri.

Tapi, kini Silvani telah tiada. Dia ditemukan meninggal dunia di Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (24/8). Dia ditemukan meninggal dengan tanda-tanda kekerasan

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Kartasura Rahmawan Arifin tak menduga jika rekannya ditemukan meninggal dengan kondisi tak wajar. Apalagi, saat ini sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Baca Juga: Dosen Perempuan UIN Raden Mas Said Solo Ditemukan Meninggal, Ada Tanda-Tanda Penganiayaan

Dikatakan Rahmawan, korban merupakan dosen muda berprestasi. Dia mengampu mata kuliah pada program studi ilmu lingkungan. Namun, dalam dua tahun terakhir, masih ditempatkan di FEBI. Dia ditugaskan untuk mengajar beberapa mata kuliah terkait ilmu ekonomi.

“Beliau ini dosen yang memiliki prestasi akademik bagus, alumni kampus Australia dan tahun ini akan melanjutkan kuliah dengan beasiswa LPDP di luar negeri,” ucap Rahmawan, Kamis (24/8) dikutip dari Radar Solo.

Dia menceritakan, belum lama ini Silviani menyampaikan akan mengikuti ujian wawancara tahap terakhir untuk beasiswa luar negerinya pada Jumat (25/8). Sebelumnya, dia mendapatkan nilai tertinggi pendampingan bahasa asing.

Baca Juga: Amartha Beri Pendanaan Bagi Pengusaha Kecil yang Tak Tersentuh oleh Program Bank

“Jadi, memang beliau ini benar-benar sosok akademisi yang bagus di tempat kami,” jelasnya.

Bahkan, kata Rahmawan, korban juga sering membantu di bidang nonakademik. Dia sering ikut kegiatan konferensi internasional dan aktif di kegiatan seminar internasional.

“Jadi, beliau mumpuni di bidang akademik. Dan, aktif membantu kegiatan kampus yang bersifat nonakademik,” ungkapnya. (ian/mg8/ria)

Editor : Amin Surachmad