Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dosen Perempuan UIN Raden Mas Said Solo Ditemukan Meninggal, Ada Tanda-Tanda Penganiayaan

Iwan Kawul • Jumat, 25 Agustus 2023 | 09:22 WIB

Ucapan duka cita atas meninggalnya dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Solo atas nama Wahyu Dian Silviani, yang tersebar di grup alumni. (Istimewa)
Ucapan duka cita atas meninggalnya dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Solo atas nama Wahyu Dian Silviani, yang tersebar di grup alumni. (Istimewa)

 

RADAR JOGJA - Kabar duka datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo. Salah seorang dosen perempuan yakni Wahyu Dian Silviani, 34, yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Di Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Kamis (24/8). Sekitar pukul 13.32 WIB.

Ada tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya. Dia merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit mengatakan, mayat perempuan itu ditemukan di dalam rumahnya pada Kamis (24/8) pukul 13.32 WIB. Kapolres mengatakan, berdasarkan informasi warga, korban merupakan seorang dosen di UIN Raden Mas Said Solo.

Baca Juga: Rektorat UNS Solo Batalkan Pemecahan Rekor MURI, Panitia PKKMB Mengundurkan Diri

Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit mengatakan,  saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Dugaan masih dalam penyelidikan bisa macam-macam, entah itu pacaran, iri atau lainnya, kami belum tahu. Ada tanda-tanda kekerasan. Sementara info dari tetangga begitu. Saat ini tengah dibawa ke RSUD Dr Moewardi untuk dilakukan pemeriksaan," papar Kapolres.

Silviani merupakan putri dari seorang guru besar Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat. Sejumlah rekan di kampus mengatakan, korban merupakan sosok pendiam yang tak memiliki masalah dengan orang lain.

Baca Juga: Delapan Bulan, Ada Empat Kebakaran Lahan di Magelang  

“Beliau ini dosen yang datang dari jauh, Mataram. Kami tentu sangat kehilangan dan sedih. Karena, kehilangan dengan cara yang seperti ini,” jelas Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Solo Rahmawan Arifin kepada Radarsolo.com, Kamis (24/8).

Menurut Rahmawan, berdasarkan informasi keluarganya akan menjemput jenazah untuk dibawa kembali ke Mataram. Sebagai bentuk penghormatan, pihak kampus UIN Raden Sahid pun akan mengantar jenazah sampai ke Mataram untuk dimakamkan. 

"Kami pihak rektorat akan ikut mengiringi sampai proses pemakaman di Mataram,” kata Rahmawan.

Baca Juga: Hebat! Transformasi TKL Ecopark Antarkan Kota Magelang Juara Dua Kompetisi Investment Challenge 2023

Sementara itu, rekan kerja korban, Fuad Hasyim, mengatakan, Silviani adalah dosen muda yang pendiam. Dia tidak memiliki masalah dengan orang lain. Ia juga bisa menjaga diri dan tidak banyak protes.

“Beliau sosoknya memang lurus-lurus saja, ngajar ya ngajar, penelitian juga jalan. Track record dia sebagai dosen memang sangat bagus,” ucapnya

Fuad juga membenarkan jika Wahyu Dian Silviani saat ini tengah fokus mengikuti seleksi beasiswa LPDP untuk lanjut kuliah di luar negeri melanjutkan kuliah. Bahkan, saat terakhir bertemu, korban juga membicarakan tentang progres seleksi beasiswa tersebut.  

Baca Juga: Warga Lereng Gunung Andong Lestarikan Budaya, Gelar Upacara Augustus Pakai Bahasa Jawa dan Pawai Ogoh-Ogoh

"Hanya tinggal satu tahap saja. Kemarin kami terakhir bertemu makan bakso bareng di sekitar kampus,” ungkapnya.  

Fuad saat ini sedang mendaftar program beasiswa yang sama dengan korban. Dia pun sempat bertukar informasi tentang materi untuk persiapan wawancara beasiswa.

Diakui Fuad, tidak ada tingkah laku yang aneh saat terakhir bertemu korban. Dia tak memiliki firasat apa pun saat itu.

Baca Juga: Amartha Beri Pendanaan Bagi Pengusaha Kecil yang Tak Tersentuh oleh Program Bank

"Nggak ada tanda-tanda akan terjadi sesuatu. Karena bagi kami, beliau ini orang yang tidak banyak masalah. Otomatis tidak ada musuh. Dan, sejauh pengamatan kami, juga tidak ada motif balas dendam,” ujarnya.  

Fuad mengaku sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Bahkan, ia mengatakan, ratusan dosen mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Silviani.

“Saya lihat di status teman-teman dosen UIN itu memang banyak sekali yang mengucapkan belasungkawa. Artinya, kepergian beliau ini membuat keluarga dosen UIN Raden Mas Said sangat terpukul,” tandas Fuad. (kwl/ian/mg8/ria)

Editor : Amin Surachmad