MUNGKID - Selama kurun waktu Januari hingga Agustus, tercatat ada 36 kasus kebakaran di Kabupaten Magelang. Empat di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu dapat menimbulkan beberapa dampak negatif. Seperti kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, hingga perubahan iklim.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono menyebut, teranyar, ada kasus karhutla yang terjadi di Gunung Andong, Ngablak dan Bukit Menoreh, Salaman. Polresta bakal menurunkan tim penyidik kepolisian apabila pada kebarakan itu terdapat unsur kesengajaan yang dilakukan oleh seseorang.
Namun, ketika kebakaran tersebut disebabkan oleh faktor alam, polresta bersama unsur lainnya akan segera melakukan pemadaman. "Polsek dan koramil yang ada di wilayah Kabupaten Magrlabg merupakan unsur terdepan dan akan turun terlebih dahulu," paparnya usai gelar pasukan di TNGM Jurangjero, Srumbung, Kamis (24/8).
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Muhammad Wahyudi mengatakan, kawasan hutan di Gunung Merapi memiliki potensi yang cukup tinggi terjadinya kebakaran hutan. Karena vegetasi tumbuhan yang ada, sangat rawan terbakar. Seperti pohon pinus dan padang ilalang.
Oleh sebab itu, semua instansi dan masyatakat harus bahu-membahu mencegah timbulnya karhutla di wilayah Kabupaten Magelang. "Kalau ada (kebakaran) segera dilaporkan. Kemarin sempat ada sedikit kebakaran di daerah Ngori, Srumbung di petak 36 dan yang memadamkan adalah polsek," sebutnya.
Selain hutan, lahan yang dibuka oleh masyarakat juga berpotensi terjadinya kebakaran. Hal itu menjadi tanggung jawab seluruh elemen untuk memperhatikannya. Supaya dalam membuka lahan tidak dilakukan dengan cara pembakaran.
Dia menambahkan, wilayah Kecakatan Srumbung memang memiliki potensi yang tinggi untuk kebakaran. "Salah satu yang harus diperhatikan memang daerah sini (Srumbung) karena vegetasinya mendukung untuk menimbulkan kebakaran," sambungnya.
Sementara itu, Dandim 0705/Magelang Letkol (Inf) Jarot Susanto mengatakan, telah menyiapkan satu peleton yang siap siaga apabila terjadi karhutla di wilayah Kabupaten Magelang. Akan ditambah bila terjadi eskalasi. "Untuk itu, jangan membuang puntung rokok sembarangan.
Serta tidak boleh menciptakan gesekan api dan sebagainya," paparnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Magelang Bambang Hermanto berharap agar satgas karhutla ini dapat bekerja lebih optimal, efektif, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga keterlibatan semua pihak menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya pencegahan bencana karhutla. (aya)
Editor : Heru Pratomo