Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wujud Kolaborasi, Paguyuban Pengusaha Purworejo Gelar Baksos untuk Anak Yatim dan Disabilitas

Jihan Aron Vahera • Kamis, 24 Agustus 2023 | 18:36 WIB

Diungkapkan, dari 327 tersebar dari 16 kecamatan. Pihaknya membagikan 26 kursi roda untuk disabilitas, 37 tongkat untuk tunanetra, dan sisanya anak yatim piatu diberikan tas yang berisi botol minum dan tempat makan serta bermacam-macam suvenir.

Selain baksos, paguyuban tersebut juga pernah melaksanakan RTLH di Desa Keseneng sebanyak satu rumah. Hengky berharap, setiap tahun akan semakin banyak yang dibantu sehingga sangat berguna bagi yang membutuhkan.

Paguyuban Pengusaha Purworejo juga akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Purworejo untuk membantu masyarakat Kabupaten Purworejo yang membutuhkan. "Karena kami punya jargon, kita hidup itu tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain," ungkap Hengky.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo tak bisa sendiri dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, dia sangat mengapresiasi kegiatan Paguyuban Pengusaha Purworejo karena memiliki rasa empati dan peduli kepada penyandang disabilitas dan anak yatim piatu.

Yuli mengatakan, penyandang disabilitas dan anak yatim piatu digolongkan dalam kelompok rentan, karena memiliki keterbatasan dalam menikmati kehidupan yang layak. Mereka sudah sewajarnya memperoleh perlindungan sosial dari pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha.

"Peran serta dan kepedulian semua elemen masyarakat sangat meringankan beban mereka. Semua pihak, baik pemerintah maupun swasta harus terus bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata dia.

Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setia Budi menyebutkan, kegiatan ini merupakan wujud dari Pancasila yaitu gotong royong atau kolaborasi untuk mewujudkan Purworejo yang sejahtera.

Diungkapkan, untuk membangun Kabupaten Purworejo, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. "Proses pembangunan pemerintah tidak bisa menjadi faktor tunggal tetapi harus kolaborasi terutama dalam mengentaskan kemiskinan di Purworejo," imbuh Dion.

Mengingat, di Kabupaten Purworejo masih ada 71 desa dengan jumlah 1.432 KK yang masuk miskin ekstrem. Dia berharap, ke depan dapat dipercepat dalam mengentaskan miskin ekstrem tersebut dengan mewujudkan kolaborasi antara Pemkab Purworejo, pengusaha, hingga komunitas. (han)

Editor : Amin Surachmad
#gotong royong #bakti sosial #yatim piatu