Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Embung Giritirto Kebumen Tak Kunjung Berfungsi , Proyek Senilai Rp 2,4 M Rusak

Muhammad Hafied • Kamis, 24 Agustus 2023 | 16:00 WIB
TAK BERFUNGSI:Embung Giritirto mangkrak pasca dibangun karena pada bagian fisik bangunan mengalami kerusakan cukup parah.DOKUMENTASI PROKOPIM KEBUMEN
TAK BERFUNGSI:Embung Giritirto mangkrak pasca dibangun karena pada bagian fisik bangunan mengalami kerusakan cukup parah.DOKUMENTASI PROKOPIM KEBUMEN

RADAR JOGJA - Keberadaan Embung Giritirto di Kecamatan Karanggayam tampaknya belum bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Terbukti, pasca pembangunan selesai pada tahun lalu, ternyata embung tak kunjung berfungsi optimal.


Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, dirinya telah meminta inspektorat daerah untuk segera melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan. Perlakuan ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang menyebut Embung Giritirto mengalami kerusakan cukup parah. "Inspektorat juga sudah meninjau ke lokasi. Dan Insya Allah akan segera dilakukan pemeriksaan," ujarnya Rabu (23/8/23).


Dari informasi yang dia terima, embung rusak karena faktor bencana. Kerusakan terjadi pada bagian dinding embung. Kendati demikian, laporan tersebut masih ditelusuri lebih lanjut. "Pada saat pembangunan saya sempat melakukan kroscek di lapangan, dan saya lihat pembangunan cukup baik. Pada saat penyerahan saya juga ke sana, embung sudah terisi air, kanan kiri sudah ada jalan setapak cukup bagus," jelasnya.


Arif pun tak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kerusakan embung. Sebab kini masih ditangani inspektorat. "Nanti Inspektorat yang akan menyampaikan, kerusakan ini kapan, kenapa, ini yang akan didalami Inspektorat," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Joni Hernawan menjelaskan, pengerjaan Embung Giritirto sejatinya dimulai sejak 2018. Namun, dalam prosesnya gagal alias putus kontrak. Karena pihak penyedia jasa merasa tidak sanggup. "Penyedia jasa tidak sanggup melanjutkan atau tidak kredibel, sehingga tidak ada pembayaran karena tidak bisa melanjutkan," tuturnya.


Kemudian di tahun berikutnya, pembangunan Embung Giritirto direncanakan kembali. Pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran senilai Rp 2,4 miliar. Proses pengerjaan embung berlangsung di tahun 2021. "Tahun 2022 dilaporkan rusak, tidak bisa dipakai, karena tidak bisa diisi air," ucapnya. (fid/eno)

Editor : Satria Pradika
#Embung Giritirto #kebumen