Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Purworejo Terima DAK Rp 9 Miliar Untuk Penanganan KB

Jihan Aron Vahera • Rabu, 23 Agustus 2023 | 20:15 WIB
Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Purworejo Ahmat Jainudi.JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO 
Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Purworejo Ahmat Jainudi.JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO 

RADAR JOGJA - Kabupaten Purworejo menerima dana alokasi khusus (DAK) dari pusat Rp 9 Miliar. DAK tersebut untuk penanganan Keluarga Berencana (KB). "DAK tersebut kami realisasikan pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2023 yang kami peringati hari ini (kemarin,Red)," kata Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Purworejo Ahmat Jainudin, Selasa (22/8/23).


Adapun, alokasi dana tersebut untuk fisik dan non fisik. Untuk fisik dialokasikan berupa satu unit mobil antar jemput akseptor KB, 37 unit sepeda motor untuk penyuluh KB, satu unit alat laparscopy yang dihibahkan ke RSUD Tjokronegoro, dan BKB (bina keluarga balita) kit stunting. "BKB kit stunting itu untuk mempercepat penanggulangan stunting. Isinya yaitu modul-modul pembelajaran bagaimana memberikan pelajaran untuk mengatasi anak yang stunting," ungkap Jainudin.


Sementara, non fisik digunakan untuk biaya operasional KB yang didistribusikan ke 16 balai KB se-Kabupaten Purworejo. Salah satunya untuk mengganti pulsa atau transportasi bagi tim pembantu pembina keluarga berencana desa (PPKBD) saat melaksanakan tugas penyuluhan. 
Jainudin mengatakan, tema peringatan Harganas 2023 kali ini yaitu percepatan penurunan stunting di Kabupaten Purworejo. Dalam penanganan stunting, pihaknya juga mengikutsertakan bapak asuh anak stunting (BAAS). 

Yaitu, dalam penurunan angka stunting, pemerintah menyusun program dengan menggandeng perusahaan yang ditawarkan untuk menjadi BAAS. BAAS itu memberikan bantuan makanan tambahan untuk anak-anak yang terindikasi stunting selama tiga bulan berturut-turut. 
"Saat ini ada 26 BAAS di Kabupaten Purworejo seperti baznas, camat, perusahaan daerah, dan sebagainya. Ini masih terus bergulir dan kemungkinan bertambah karena tahun anggaran juga belum selesai. Jadi insyaallah di akhir tahun akan lebih banyak lagi," jelas dia. 

Dia berharap, angka stunting di Kabupaten Purworejo dapat segera turun. Selain itu, dari sisi hulu agar pernikahan dini tidak banyak, bagi pasangan calon pengantin secara fisik ataupun psikologis siap, badannya sehat, tidak kekurangan energi kronis, dan saat hamil selalu diperiksakan secara rutin di fasilitas kesehatan (faskes)."Pun, gizi ibu hamil tercukupi, serta saat melahirkan seluruh proses kelahiran di faskes tidak ada yang di luar faskes. Setelah melahirkan dan pulang dari faskes kami harap juga sudah KB pasca persalinan," harap dia.

Sekda Purworejo Said Romadhon berharap, generasi di Kabupaten Purworejo jangan sampai lost generation sehingga  stunting harus ditangani. Baik dari sebelum menikah, pasca menikah terutama saat kehamilan, hingga anak usia balita. Jangan sampai kekurangan gizi dan pola asuhnya harus benar. ASI harus diberikan secara eksklusif selama dua tahun. Kalau itu berjalan, Insya Allah anak-anak kita sehat dan menjadi generasi kuat untuk Indonesia ke depan. “Jangan sampai lost generation, itu yang harus kita jaga. Semuanya harus sehat," tandas Said. (han/din)

Editor : Satria Pradika
#Keluarga Berencana (KB) #DAK #Hari Keluarga Nasional #Purworejo