KEBUMEN - Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengajak masyarakat menambah rasa syukur di hari bersejarah, yakni bertepatan dengan Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Kebumen. Rasa syukur ini patut dimiliki karena wilayah Kebumen dilengkapi begitu banyak potensi. Termasuk, potensi sektor pariwisata.
"Kebumen itu tidak punya tambang emas. Tapi modal kita adalah kekayaan alam dengan segala potensi magnet wisata. Tidak kalah dengan daerah lain," ujar Arif, Minggu (20/8).
Terlebih, kata dia, Kebumen kini sedang berupaya meraih status Unesco Global Geopark (UGG). Yakni, salah satu pengakuan dunia tentang kekayaan rupa bumi. Hal ini menjadi modal magnet wisata di Kebumen.
Baca Juga: Numpak Traktor Empat Gardan Harga Rp 340 Juta, Bupati dan Wabup Kebumen Muter Kota
Menurut Arif, wilayah Kebumen secara topografi terbilang komplet. Di ujung selatan, terbentang pesisir selatan dengan jarak berpuluh kilometer.
Di sisi utara, hamparan pegunungan menjadi daya tarik tersendiri. "Orang luar kota itu datang hanya untuk melihat alam Kebumen. Ini yang perlu dikelola dengan baik, supaya mendatangkan kemakmuran," ucapnya.
Belum lagi, kata Arif, Kebumen juga diuntungkan dengan keberadaan bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA). Atas hal ini, aksesibilitas transportasi tentu jauh lebih mudah.
Baca Juga: Pemkab Kebumen Kembali Anggarkan Gaji Tenaga Non ASN
Dia berharap, pemerintah bersama masyarakat mampu mengambil dari peluang tersebut. Artinya, Kebumen tidak lagi menjadi kota lintasan, melainkan kota tujuan.
"Akses dari Bandara Yogyakarta hanya butuh 45 menit. Sayang kalau peluang ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Kebumen," jelasnya.
Baca Juga: Bupati Murka, Ketahuan Jual Beli Lapak Anggota Satpol PP Kebumen Dipecat
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kebumen Taufiq Hidayat menyampaikan, tempat wisata yang dikelola pemkab maupun desa butuh adanya transportasi terintegrasi. Dia yakin, dengan adanya kemudahan layanan transportasi akan menunjang daya tarik wisatawan.
"Berbeda halnya ketika sudah didukung layanan transportasi memadai. Tentu menjadi faktor daya tarik. Perlu terobosan, ya," ujarnya. (fid)
Editor : Amin Surachmad