RADAR JOGJA - Festival Lima Gunung (FLG) ke XXII bakal kembali dihelat pada 25-27 Agustus 2023 di Dusun Sudimoro, Baleagung, Grabag. Tahun ini, diperkirakan bakal ada sekitar 1.700 seniman dari 79 kelompok kesenian berbagai daerah yang memeriahkan pagelaran tersebut.
Kegiatan ini bertajuk 'Kalis ing Kahanan', yang berarti selamat atau terhindar dari mara bahaya dan hal-hal buruk lainnya. "Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Termasuk membuat panggung utama yang berbahan jerami dan batang pohon jagung," ujar Kepala Dusun Sudimoro Sih Agung Prasetyo, Minggu (20/8/23).
Festival tahunan ini menjadi ajang pertemuan masyarakat pelestari kesenian tradisional di lereng Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh. Sebelum acara puncak, diadakan ritual 'Donga Tirta Kencana' di Studio Mendut pada Minggu (13/8/23) lalu.
Dalam ritual tersebut, air yang berasal dari Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, dan Menoreh disatukan. Kemudian. Disimpan dalam tempayan dan diletakkan di dekat panggung. Bagi siapa pun yang berpidato atau hendak mementaskan seni pertunjukan, mereka harus mencuci tangannya dengan air yang sudah didoakan tersebut.
Guru pendamping seni SMA N 1 Grabag Tatik Fitri Kuswanti mengatakan, event FLG ini dirasa cukup menarik. Siswa-siswinya juga ikut andil untuk mementaskan seni pertunjukan. Selain menjadi hiburan, event ini juga sebagai media pendidikan bagi anak.
Terutama untuk mengenalkan seni pertunjukan yang ada di Indonesia. Menurutnya, kebanyakan anak di era saat ini terlampau asing dengan seni pertunjukan. Lebih-lebih pada seni pertunjukan tradisional. "Selain seni pertunjukan, juga dikenalkan pula pameran seni rupa dari beberapa daerah. Sehingfa para pelajar dapat berkesempatan menimba ilmu pada event ini," jelasnya. (aya/pra)