RADAR JOGJA – Perolehan medali kontingen Purworejo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVI tahun ini tak penuhi target. Purworejo menduduki peringkat 29 dari 35 kabupaten.
"Target kami porprov tahun ini bisa mengumpulkan 33 medali yaitu sembilan emas, tujuh perak, dan 17 perunggu. Sementara, kami hanya bisa mengumpulkan 22 medali dengan rincian empat emas, sembilan perak, dan sembilan perunggu," kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Purworejo Sumaryanto Senin (14/8/23).
Empat emas itu diperoleh dari cabor catur beregu klasik putra, menembak nomor pertandingan 10M air rifle men team, serta gateball double putra dan beregu campur. "Cabor yang mendapat emas itu hampur semua target di range kedua," sebut dia.
Sementara, range pertama yang ditarget mendapatkan emas semua melesat. Seperti, menembak target dua emas hanya mendapat satu, taekwondo emas satu, tinju emas satu, aeromodelling target dua emas, dan kick boxing tiga emas.
Jika dibandingkan dengan Porprov 2018 peringkatnya naik karena kontingen Purworejo menempati peringkat 31 dengan mendapatkan tiga medali emas. “Tetapi, kenaikannya belum signifikan sehingga hasil yang didapat pada porprov pada kali ini dapat dikatakan belum memuaskan," ujar dia.
Dia menyebutkan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan target tersebut tidak tercapai. Yakni, persiapan atlet Kabupaten Purworejo yang masih kalah dengan persiapan atlet daerah lain seperti intensitas latihan. Faktor lain, banyak atlet yang saat pra porprov tidak muncul dan tiba-tiba muncul saat porprov sehingga pemetaannya sulit. "Contohnya, pada cabor taekwondo. Atlet Purworejo melawan atlet taekwondo yang masuk tidak melalui praporprov tetapi mendapatkan wildcard ternyata atlet tersebut adalah atlet sea games," kata dia.
Sumaryanto menceritakan, di Porprov Jateng kali ini ada kisah ironi terutama pada salah satu cabang olahraga (cabor) billiard. "Pada saat final, atlet Purworejo bertemu dengan atlet berprestasi asal Purworejo lain yang membela kabupaten lain. Akhirnya, kontingen Purworejo hanya mendapatkan perak," ungkap dia.
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan KONI Purworejo yaitu akan segera mengadakan evaluasi dari porpov tahun ini. Selain itu, akan mengadakan analisis SWOT atau strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman) dengan membandingkan kelemahan dan kelebihan atlet dari kabupaten lain, serta membentuk cabor unggulan yang bisa mendulang emas. "Yang terpenting, kita harus bisa memberikan kesejahteraan terhadap atlet-atlet berprestasi agar porprov yang akan datang bisa membela Purworejo," imbuh Sumaryanto.
Terpisah, Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyampaikan, terkait bonus atlet sudah dimasukkan di pembahasan KUA PPAS Kabupaten Purworejo tahun anggaran 2024 dan sudah deal. Artinya, sudah ada kesepakatan antara legislatif dan eksekutif."Kemarin kami anggarkan kurang lebih dua kali lipat dari porprov sebelumnya. Kalau tahun lalu kan Rp 30 juta untuk yang mendapatkan medali emas, berarti Rp 60 juta kalau yang beregu di atasnya sekitar Rp 70 juta," kata Dion.
Pihaknya menganggarkan sementara di angka maksimal Rp 4 miliar untuk bonus atlet berprestasi. "Yang membuat hitungan kebutuhan anggarannya KONI. Nanti ketika pembahasan APBD Perubahan kan ketemu angkanya karena porprov sudah selesai, tinggal disesuaikan. Kami buat maksimal karena kalau di APBD naik itu tidak nyambung. Tapi kalau di APBD turun kan lebih masuk akal," tandas dia. (han/pra)