Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinpusip Gelar Sesorah Basa Jawa Bagi Para Pejabat Pemkab Purworejo

Jihan Aron Vahera • Selasa, 15 Agustus 2023 | 21:40 WIB
 
DIBUKA : Kegiatan sesorah basa Jawa para pejabat di lingkungan Pemkab Purworejo Selasa (15/8) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo.
DIBUKA : Kegiatan sesorah basa Jawa para pejabat di lingkungan Pemkab Purworejo Selasa (15/8) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo.
PURWOREJO - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Purworejo gelar lomba sesorah basa Jawa untuk peringati Hari Kemerdekaan RI. Yakni, untuk para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo pada Selasa (15/8/2023).
 
Adapun para pejabat tersebut terdiri dari unsur kepala organisasi perangkat daerah (OPD), staf ahli, para kepala bagian dan asisten Setda Purworejo, hingga para camat di Kabupaten Purworejo. 
 
Pantauan Radar Purworejo, para pejabat antusias mengikuti lomba tersebut. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa. Saat berpidato, sejumlah pejabat ada yang fasih dan ada pula yang membawa text. 
 
Dewan juri yang menilai yaitu Dosen Prodi Pendidikan dan Sastra Jawa UMP Eko Santoso dan Zuly Kurniawati, serta Ketua Pangarsa Mudha Permadani Kabupaten Purworejo Supono. Dengan kriteria penilaian isi penekanan pesan, ekspresi dan penampilan, penguasaan bahasa dan sastra Jawa serta artikulasi. 
 
"Pesertanya ada 55 peserta. Setiap peserta diberi kesempatan untuk memilih satu dari tiga tema yaitu tresno dumatheng bumi pertiwi Indonesia (cinta pada tanah air Indonesia), gemah ripah loh jinawi Indonesia (kekayaan alam Indonesia), dan tepo seliro lan gotong royong (slaing menghargai dan gotong royong)," ungkap Kepala Dinpusip Purworejo Eny Sudiyati, Selasa (15/8).
 
Diungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Jawa. Selain itu, meningkatkan kualitas SDM dan menerapkan ilmu yang didapatkan guna mewujudkan transformasi berdasarkan inklusi sosial.
 
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyebut, saat ini kebudayaan Jawa semakin ditinggalkan karena pesatnya perkembangan teknologinya. Bahkan, saat bersosialisasi pun banyak masyarakat yang tidak bisa berbahasa Jawa termasuk para pejabat pemerintah.
 
Kenyataan itu tentu menjadi keprihatinan tersendiri karena budaya Jawa sangat adiluhung. Dalam bahasa Jawa, diajarkan tentang unggah-ungguh yang tidak semua bahasa memiliki.
 
"Untuk itu, saya mengajak masyarakat agar tidak meninggalkan kebudayaan jawa terlebih bahasa Jawa. Bahasa Jawa harus dilestarikan agar tetap bisa diwariskan ke generasi muda," ajak Yuli. (han) 
 
Editor : Bahana.
#jawa bagian tengah #Purworejo