RADAR JOGJA - Hingga saat ini, belum diketahui betul jumlah homestay di Kabupaten Magelang. Sebab belum terfasilitasi sepenuhnya. Pelatihan terkait pengelolaan usaha homestay atau pondok wisata menjadi satu upaya untuk mengakomodasi keberadaan mereka.
Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Magelang Edwar Alfian menilai, kondisi homestay di Kabupaten Magelang selaras dengan kondisi DTW yang ada. "Jadi, kalau di kawasannya itu ada DTW yang ramai, otomatis homestay-nya juga ramai. Contohnya di kawasan Ketep Pass yang kunjungannya nge-gas terus," terangnya kepada Radar Jogja, Senin (14/8).
Baca Juga: Abon Lele Magelang Bisa Tahan hingga Satu Bulan
Namun, kondisi tersebut tidak bisa dipukul rata kepada seluruh DTW maupun homestay di Kabupaten Magelang. Seperti di kawasan Mangli yang kunjungannya cenderung turun, namun okupansi homestay-nya justru naik.
Berbeda dengan hotel, kata dia, standardisasi sumber daya manusia (SDM) sudah mumpuni. Lantaran homestay dikelola langsung oleh masyarakat, sehingga membutuhkan pendampingan agar pelayanan terus ditingkatkan. "Karena orang (wisatawan, Red) tidur di homestay bersinggungan langsung dengan pemiliknya," katanya.
Selain itu, pelatihan ini sekaligus menyiapkan pengelola homestay menghadapi insfrastruktur tambahan di kawasan Borobudur. Terlebih, pemerintah menargetkan pada 2025 nanti, kondisi perekonomian dan ekonomi kreatif kembali normal.
Dengan begitu, harapannya pengelola homestay bisa memanfaatkan momentum tersebut dan siap menerima kunjungan wisatawan. Termasuk menerima limpahan kunjungan. "Karena DTW di Kabupaten Magelang sekitar 230-an. Sementara homestay ini nggak ada komunitasnya, jadi kami belum mempunyai jumlah pastinya," sebutnya.
Baca Juga: Pro-Master, Upaya Berantas Praktik Rentenir di Magelang
Edwar juga mendorong agar para pengelola homestay memiliki wadah agar memudahkan koordinasi dan komunikasi. "Saya tadi sempat tanya kepada peserta. Memang wadah (pengelola homestay) untuk tingkat Kabupaten Magelang belum ada. Apakah nantinya homestay bisa masuk ke PHRI atau tidak," imbuhnya.
Padahal, sebetulnya para pengelola wisata juga membutuhkan katalog homestay di Kabupaten Magelang. Agar memudahkan para pengunjung yang hendak mencari penginapan dengan nuansa yang berbeda daripada hotel.
Saat ini, lanjut Edwar, kebanyakan homestay berada di Borobudur, lereng Gunung Sumbing, kawasan Ketep Pass, dan kawasan Akademi Militer (Akmil). Dengan begitu, homestay di Kabupaten Magelang memiliki dua segmen utama, yakni pariwisata dan event. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo