Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

200 Sumur Mengering, Warga Desa Kalikayen, Ungaran Timur, Semarang Krisis Air Bersih

Meitika Candra Lantiva • Senin, 14 Agustus 2023 | 22:53 WIB

 

KRISIS AIR BERSIH: Warga Desa Kalikayen, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang andalkan droping air karena sumber air di lokasi tersebut mulai mengering. (Radar Semarang)
KRISIS AIR BERSIH: Warga Desa Kalikayen, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang andalkan droping air karena sumber air di lokasi tersebut mulai mengering. (Radar Semarang)

 

RADAR JOGJA - Warga di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang mengalami krisis air bersih. Ratusan sumur mengering akibat kemarau panjang.

Kepala Desa Kalikayen Sugiyono menyebut, Kekeringan melanda sejak awal 2023 dan sudah tiga bulan lebih warga mengalami Kesulitan air bersih.

"Ada 200 sumur warga yang kering. Kami tentu mengandalkan air bersih yang di droping oleh beberapa instansi maupun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang,"ungkap Sugiyono, Minggu (13/8/2023) dilansir dari Radar Semarang. Akibat krisis air bersih warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama untuk minum, mencuci, mandi dan lainnya.


Warga Desa Kalikayen harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih. Sebagaimana dirasakan Sayaah, 60, warga Desa Kalikayen.

Dia mengaku, harus berjalan kaki menempuh jarak satu kilometer untuk mencari air bersih. Sekali tempuh, dua galon berisi air terpenuhi.

"Iya sumur saya sudah kering. Kedalamannya 17 meter tidak bisa digunakan," ungkap Sayaah.

Tentu, hal ini tak mudah. Apalagi di usianya yang mulai senja. Itu sebabnya, terkadang dia minta bantuan tetangganya.

"Karena saya sudah tidak kuat lagi mengangkat dua galon berisi air," lanjutnya.


Hal ini juga dirasakan Utama, warga setempat. Karena sumurnya mulai kering, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia mengandalkan air sungai di sekitar desa tersebut. "Biasanya warga mengeruk tanah sedalam dua meter agar airnya bisa muncul," katanya.

Menurut Ketua RT 03 RW 04 Dusun Kebontaman Markunis, musim kemarau kali ini paling parah dibandingkan tahun kemarin. Untuk mencukupi pasokan air bersih, warga mengandalkan bantuan droping air bersih dari berbagai pihak.

"Beberapa pihak seperti BPBD Kabupaten Semarang dan PMI juga sudah melakukan droping air bersih," katanya. Harapannya air bisa dimanfaatkan masyarakat setempat. (mel)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kekeringan #sumur kering #Ungaran Timur #semarang #Kekeringan Air #krisis air bersih