KEBUMEN - Suara ledakan cukup keras sempat terdengar sebelum Jembatan Mergosono ambles. Suara mirip ledakan petasan ini pun membuat warga setempat panik.
Warga sekitar, Tri Sami Berkah, 40, mengungkapkan, dia sempat mendengar suara ledakan dua kali. Tak berselang lama disusul amblesnya Jembatan Mergosono.
Warga di sekitar jembatan lantas berhamburan keluar rumah untuk memastikan keadaan. "Suara termasuk kencang, sih. Saya dengar dua kali. Dung-dung gitu. Ternyata jembatan ambles," ungkapnya, Minggu (13/8).
Baca Juga: Ini Alasan Polresta Sleman Kenapa Underpass Kentungan dan Jombor Ditutup Untuk Sepeda Motor
Dia menduga, suara ledakan bersumber dari benturan antar besi penahan struktur jembatan. Spekulasi lain, yakni terjadi benturan pada fondasi karena terdapat rongga di bagian bawah jembatan.
"Mungkin, dibawah pondasi itu sudah tergerus air. Dalamnya bolong seperti kedung, terus jembatan ambles jadi bunyi," ujarnya.
Dia mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (10/8) sekitar pukul 10.30 WIB. Pasca itu dirinya bersama warga lain langsung mengecek beberapa bagian jembatan.
"Retaknya lebih parah. Kalau sebelumnya tidak begitu. Warga sama polisi langsung inisiatif menutup jalan. Takut kenapa-kenapa," jelasnya.
Jembatan Mergosono adalah jembatan penghubung lintas kecamatan. Lokasinya berada persis di barat Polsek Buayan.
Jembatan ini merupakan akses vital di jalur alternatif Kebumen-Cilacap. Atau, menghubungkan antara Kecamatan Buayan menuju Kecamatan Ayah maupun Kecamatan Rowokele.
Baca Juga: Rokok Bodong dari Jatim Banjiri Kebumen
Diberitakan sebelumnya, abutmen atau fondasi Jembatan Mergosono ambles sekitar 30 cm. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Rogodono-Pringtutul atau sebaliknya dialihkan sementara. Pengalihan arus berlaku untuk seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat atau lebih.
Kabid Binamarga Dinas PUPR Kebumen Kurnia Hadi menyampaikan, Jembatan Mergosono ambles pada bagian fondasi sisi timur. Pihaknya juga telah mengirim tim untuk melakukan asesmen atau penilaian terhadap kondisi jembatan.
"Seandainya memungkinkan, paling nanti minimal hanya dilewati sepeda motor. Tapi, truk muatan jelas tidak boleh," ungkapnya. (fid)
Editor : Amin Surachmad