Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tabrakan di Gapura Gladak, Putera Mahkota Keraton Surakarta Sebut Bukan Tabrak Lari

Heru Pratomo • Sabtu, 12 Agustus 2023 | 06:09 WIB
Kuasa hukum Keraton Kasunanan Surakarta KPAA Ferry Firman Nurwahyu Pradataningrat (kiri) bersama putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta KGPAA Sudibyo Raja Putra Narendra Ing Mataram
Kuasa hukum Keraton Kasunanan Surakarta KPAA Ferry Firman Nurwahyu Pradataningrat (kiri) bersama putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta KGPAA Sudibyo Raja Putra Narendra Ing Mataram

RADAR JOGJA - Pengemudi mobil Mitsubhisi Pajero warna putih yang mengalami insiden dengan sepeda motor di sekitar gapura Gladak pada Rabu (9/8) dini hari, sudah diketahui identitasnya. Adalah putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Gusti Adipati Anom (KGPAA) Sudibyo Raja Putra Narendra Ing Mataram atau yang akrab disapa Gusti Purboyo.

Tabrakan yang sempat viral tersebut, akhirnya diselesaikan secara damai. Pengemudi mobil dan motor sudah melakukan konsolidasi di Unit Laka Satlantas Polresta Solo, Jumat (11/8/2023). 

Tabrakan antara mobil Pajero putih dengan sepeda motor tersebut terekam kamera CCTV di kawasan Gladak. Potongan video yang tersebar di media sosial itu menyedot perhatian netizen karena diduga merupakan aksi tabrak lari. Sebab, usai menabrak pengendara sepeda motor, pengemudi mobil tampak langsung melajukan kendaraannya tanpa berhenti terlebih dahulu menuju arah Alun-Alun Utara Keraton Surakarta.


"Hari ini tadi sudah dilakukan proses penyelidikan, biarlah menjadi tugas aparat yang berwenang. Yang namanya di jalan juga harus hati-hati. Itu saja yang bisa saya sampaikan," kata Gusti Purboyo usai konsolidasi seperti dilaporkan Radar Solo.


Penjelasan seputar tabrakan kala itu akhirnya diambil alih kuasa hukum Keraton Kasunanan Surakarta KPAA Ferry Firman Nurwahyu Pradataningrat. Ia membenarkan mobil berjenis SUV itu memang dikemudikan oleh putra mahkota Keraton Surakarta. Saat kejadian, sang putra mahkota mengemudikan mobil warna putih itu tanpa membawa penumpang.


Putra Mahkota mengambil jalur menikung dari arah Jalan Slamet Riyadi menuju Jalan Pakoe Boewono arah gapura Gladak. Di waktu bersamaan muncul sepeda motor dari arah selatan yang dikendarai korban bernama Hanafi, 20, warga Sragen. Hanafi saat itu usai menikmati kuliner di kawasan Alun-Alun Utara. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan antara mobil dan sepeda motor itu tak bisa dihindari.

"Di daerah terjadinya tabrakan itu sebetulnya satu arah, jadi hanya bisa dilalui kendaraan dari Jalan Slamet Riyadi ke alun-alun. Harusnya itu kan satu arah, misalnya motor dari sisi kanan, ya mobil datangnya dari arah itu. Saat belok mobil langsung bertemu dengan motor. Tidak ada kesempatan untuk mengelak. Kecepatannya sekitar 50 km/jam, rem, langsung ketemu motor," terang dia.

Disinggung soal aksi tancap gas usai tabrakan terjadi, pengacara keraton itu mengungkapkan, hal tersebut hanya salah paham. Kliennya mengaku tidak melakukan tabrak lari melainkan berupaya mencari bantuan. Di sisi lain, kehadiran sejumlah orang yang berdatangan di lokasi tabrakan, memicu sang putra mahkota untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, seperti amuk massa dan sebagainya.

"Sebetulnya SOP kita kalau mau masuk keraton, Gusti (Gusti Purboyo,Red) itu melaporkan dan berkoordinasi untuk hendak masuk ring 1 keraton (via handy talky, Red). Saat kejadian berlangsung Gusti sudah melaporkan kalau terjadi kecelakaan dan meminta agar segera menolong korban. Tapi setelah kembali ke TKP, ternyata korban sudah tidak ada di lokasi," papar Ferry.

"Kalau kita lihat di CCTV, setelah kejadian belasan orang langsung berkumpul. Jadi saat Gusti melihat ke belakang sudah ada belasan orang. Kalau sudah ada massa, kemungkinannya cuma ada dua, menolong korban atau memukul yang naik mobil. Untuk menghindari itu tadi Gusti sudah menghubungi pihak satgas di keraton maupun Brimob untuk memberikan pertolongan supaya tidak ada keributan massa di situ. Jadi tidak benar kalau dikatakan Gusti ini tabrak lari," imbuh dia.

Sehari setelah tabrakan terjadi, pihak Keraton Surakarta mencari informasi soal korban, hingga akhirnya mendapati identitas dan alamat sang korban. Pihak keluarga Keraton Surakarta kemudian mendatangi kediaman korban yang ada di wilayah Kalijambe, Sragen.

Kepada korban, putra mahkota Keraton Surakarta mengakui tak bisa menghindari kecelakaan itu dan siap memberikan ganti rugi, baik pengobatan fisik pada korban. Termasuk untuk memperbaiki kendaraan korban yang mengalami kerusakan.

 

Editor : Heru Pratomo
#tabrakan #Keraton #putera mahkota #surakarta