RADAR JOGJA – Tahun depan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) akan merevitalisasi Pasar Winong secara bertahap. Itu karena kondisi pasar yang sudah rusak. Bahkan pedagang harus mencari tempat yang aman saat berjualan.
Pantauan Radar Purworejo pada Kamis (10/8/23), pasar yang buka setiap Senin itu kondisinya memprihatinkan. Selain kotor karena banyak samaph yang berserakan, sejumlah atap los pasar tersebut sudah sangat tidak layak. Yakni, sudah banyak yang bolong dan gentingnya melorot.
Bahkan, ada los yang masih beralaskan tanah. Karena kondisi los yang sudah tidak layak tersebut, pedagang terpaksa harus mencari tempat yang lebih nyaman untuk berdagang.
Salah satu pedagang Pasar Winong Siti Ngasiah, 71, mengatakan bahwa sata berjualan para pedagang harus mencari tempat yang masih aman dan nyaman untuk berjualan. "Harapannya ya segera diperbaiki dan ditata supaya lebih baik dan tidak semrawut," kata warga Desa Loning, Kecamatan Kemiri itu.
"Kami revitalisasi tetapi secara bertahap. Di 2024 akan kami revitalisasi bagian los pasar dulu yang sudah mengkhawatirkan. Dananya sekitar Rp 1 miliar dari APBD Purworejo," kata Kabid Sarana Prasarana Pengembangan Perdagangan, DKUKMP Purworejo Ari Wibowo.
Ari menyebutkan, penganggaran sudah dilakukan dan saat pembahasan di DPRD Purworejo juga sudah lolos. Artinya, hanya tinggal menunggu kepastian penetapan APBD 2024. Setelah itu, akan dilakukan review desain. "Baru lelang konstruksi, harapannya akhir Mei sudah kontrak," imbuhnya.
Sebenarnya, rencana revitalisasi pasar dengan jumlah 289 pedagang itu sudah dilakukan sejak 2020 lalu. Yakni, sudah dianggarkan Rp 3,5 miliar dari DAK tetapi tidak jadi karena Covid-19. Akhirnya, setiap tahun terus mengajukan dan bisa direalisasikan baru 2024 melalui APBD.
Ditambahkan, di Kabupaten Purworejo total ada 31 pasar dan sebagaian besar masih perlu untuk direvitalisasi. Adapun, sejumlah pasar yang bangunannya representasi dan sesuai standar pasar rakyat baru Pasar Baledono, Pasar Purworejo, Pasar Krendetan, Pasar Grabag, dan Pasar Butuh. "Tahun ini, kami juga tengah merevitalisasi Pasar Pituruh, sekarang sudah berjalan sekitar 12 persen. Rencana selesai pertengahan November," sebutnya. (han/pra)
Editor : Satria Pradika