MUNGKID - Gunung Andong yang berada di daerah Jogoyasan, Ngablak mengalami kebakaran pada Kamis (10/8) sekitar pukul 11.00. Video kebakaran tersebut sudah diunggah di beberapa media sosial Instagram dan menuai banyak atensi. Akibatnya, jalur pendakian ditutup sementara karena membahayakan pendaki.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Pagergunung Muhlisin mengatakan, ada dua petak Gunung Andong yang terbakar. Di antaranya, petak 26 C dengan luas 15,10 hektare dan petak 27 F-3 luasnya 9,2 hektare. Adapun tanaman yang terbakar adalah kirinyuh, ilalang, dan tanaman liar lainnya.
“Pohonnya ada (terbakar), tapi tidak banyak. Pinus dan akasia hanya beberapa,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis malam (10/8).
Hingga malam ini, api belum bisa dipadamkan. Karena lokasinya berada di tebing yang cenderung curam dan berbatu. Namun, timnya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Magelang, Perhutani, hingga relawan masih memonitor kondisi kebakaran dari bawah. Akibatnya, lanjut dia, jalur pendakian Gunung Andong ditutup sementara.
Api itu, kata dia, sudah perlahan mengecil, tapi masih terlihat menyala. Proses pemadaman dilakukan secara manual. Namun, saat dipadamkan, bebatuan dari atas gunung turun ke bawah.
Hal itu praktis mengganggu proses pemadaman. “Batu-batu yang dari atas turun ke bawah, menghantam kami. Jadi, kami nggak berani untuk lebih mendekat ke titik api,” terangnya.
Dia menduga, kebakaran itu disebabkan oleh kecerobohan ulah manusia. Biasanya, ada warga yang mencari rumput. Kemudian, ketika hendak membuat lahan baru untuk ditanami rumput, mereka akan membakar lahan itu dan ditinggal pergi.
Hal itulah yang membuat api menjalar ke tanaman sekitarnya. “Kami mantau sampai pagi dan memastikan api benar-benar mati,” imbuhnya. (aya)
Editor : Amin Surachmad