RADAR JOGJA - Sebuah bus dengan nomor polisi AA 7504 QA terguling di Jalan Tempuran-Borobudur. Sopir bus tanpa penumpang itu, diketahui baru pertama kali mengendarainya dan tidak kuat melalui jalan tanjakan.
Hal itu membuat bus tergelincir mundur dan sopir pun membanting arah. Menyebabkan bodi belakang bus menabrak pembatas parit. Bus berwarna kuning dengan corak hijau dan putih itu menutup seluruh akses jalan.
Akibatnya, kendaraaan roda empat tidak bisa melintas. Namun, pejalan kaki dan pesepeda motor masih bisa melewatinya dengan sedikit celah.
Baca Juga: Alami Laka Tunggal, Pas Ditolongin Bikin Mak Tratap Warga
Sopir bus Lukman mengaku, dirinya tidak bisa mengendalikan kemudi saat hendak melewati tanjakan di Desa Ringinanom, Tempuran. "Mau naik, tapi nggak kuat. Akhirnya mundur, saya banting arah," ujarnya saat di lokasi, Senin sore (7/8).
Pria 44 tahun itu menyebut, kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.00. Saat itu, Lukman yang mengemudi bus bersama seseorang, hendak menjemput karyawan pabrik ke arah Borobudur. Beruntung, bus yang dibawa dalam keadaan kosong tanpa penumpang. Sehingga tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Adapun proses evakuasinya membutuhkan waktu satu seperempat jam. Mulai pukul 15.40 sampai 16.59 menggunakan mobil derek. Bus yang semula menutup akses jalan, sudah bisa dilalui oleh kendaraan dengan lancar.
Berdasarkan pantauan, ekor itu tampak ringsek. Setelah menabrak pembatas parit. Begitu pula bodi bus bagian depan. Kaca-kaca terlihat pecah dan berceceran di jalan raya.
Baca Juga: Banyak Kecelakaan di Underpass Kentungan, Ini Berbagai Usulan untuk Mencegah
Kapolsek Tempuran Iptu Kamidi menjelaskan, bus itu semula berangkat dari arah Tempuran menuju Borobudur untuk mengantar-jemput karyawan pabrik. Dia menyebut, sopir bernama Lukman itu diketahui baru pertama kali mengendarai bus tersebut.
Kamidi menduga, sopir belum sepenuhnya mengetahui kondisi bus. Padahal, bus tersebut sudah bertahun-tahun digunakan untuk mengantar-jemput para karyawan. "Alhamdulillah saat ini jalur sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat," terangnya usai evakuasi.
Kejadian tersebut memang sempat membuat arus lalu lintas dialihkan dan macet. Dia memprediksi, kerugian materil yang dialami sekitar Rp 2 juta. (aya/pra)