Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buat Jejaring Pemasaran Beras, Petani Bermitra dengan Toko Modern

Jihan Aron Vahera • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 03:15 WIB
Sosialisasi kemitraan pemasaran beras atau gabah petani di Kabupaten Purworejo, Kamis (3/8).
Sosialisasi kemitraan pemasaran beras atau gabah petani di Kabupaten Purworejo, Kamis (3/8).

 

RADAR JOGJA - Prihatin dengan situasi harga gabah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo bentuk model jejaring pemasaran beras dan gabah di Kabupaten Purworejo.

 

Dengan model jejaring pemasaran beras dan gabah tersebut baik petani, gapoktan, ataupun kelompok tani memiliki peluang besar untuk bermitra dengan toko modern, bulog, dan SRG (sistem resi gudang).

 

Kepala DKPP Purworejo Hadi Sadisila menyebut, selama ini harga gabah fluktuatif. Pada saat panen harganya rendah atau anjlog. sehingga pihaknya mencoba mencari terobosan untuk melakukan kemitraan.

 Baca Juga: Pastikan Stok Aman selama El Nino, Sudah Serap 40.720 Ton Beras dari Petani

DKPP Purworejo akan mendampingi dan memfasilitasi baik petani, gapoktan, ataupun kelompok tani untuk hal itu. Harapannya petani banyak yang bermitra hingga berkontrak.

 

"Harapannya, dengan kemitraan tersebut harga gabah bisa terjaga sehingga ada kestabilan harga gabah. Selain itu, beras lokal dapat dipertahankan agar tidak keluar Purworejo. Jika beras Purworejo diolah di sini, kita jadi punya brand dan beras Purworejo punya daya saing di kancah pemasaran beras," harap Jadi Kamis (3/8/2023).

 

Diungkapkan, di Kabupaten Purworejo, SRG belum digunakan secara maksimal yakni belum banyak petani yang memanfaatkannya. "Sebenarnya, SRG merupakan sistem tunda jual. Jadi, petani yang panen padi pada saat harganya rendah nanti bisa menghubungi SRG untuk disimpan disana dengn kualifikasi tertentu. SRG bisa jemput bola," jelas dia.

 

Nantinya, setelah padi disimpan di SRG, petani akan mendapatkan resi atau kartu. Kartu dan resi tersebut dapat diuangkan di bank. "Untungnya petani di situ. Ketika harga gabah menjauhi panen kan tinggi jadi gabah dijual," ujar Hadi.

 Baca Juga: Petani Desa Singosari Andalkan Pupuk Organik

Salah satu petani dari Gapoktan Dadi Mukti Desa Semawung, Purworejo Edi nugroho berharap dengan adanya sosialisasi tersebut program kemitraan pemasaran beras atau gabah dapat memajukam pertanian di Kabupaten Purworejo.

 

Selain itu, harapan dia pemerintah dapat menyetandarkan harga gabah dan beras di satu Kabupaten Purworejo sehingga tidak terjadi persaingan yang tidak sehat. "Harapannya, pemerintah juga dapat membatasi gabah yang keluar dari Kabupaten Purworejo," harap Edi.

 

Sementara, Kepala Gudang Bulog Butuh, Purworejo Wahyu Handoko Dasi menjelaskan, di pergudangan Bulog Butuh di Kabupaten Purworejo kapasitasnya 19 ribu ton dan itu terbesar di karesidenan kedu karena menjadi sentra.

 Baca Juga: Kementan Genjot Lahirnya Petani dan Penyuluh Pertanian

Poktan dan Gapoktan di Kabupaten Purworejo dapat bermitra dengan Bulog namun ada beberapa syarat yang harus di penuhi. Antara lain, surat rekomendasi dari pemerintah daerah, surat permohonan menjadi MKP (mitra kerja pengadaan)ditujukan kepada Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog. daftar nama dan alamat petani anggota poktan atau gapoktan, keterangan lokasi dan luas lahan yang dikeluarkan oleh pemdes atau kecamatan.

 

"Setelah menjadi mitra akan ada evaluasi duli selama satu tahun. Dengan kriteria, pemenuhan waktu kontrak, kepatuhan kualitas barang, kepatuhan berat per karung, ketentuan kemasan, dan umlah petani binaan. Masing-masing ada bobotnya," jelasnya. (han/pra)

Editor : Heru Pratomo
#gabah #Petani #Purworejo