Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kirab Pemilu 2024 Tiba di Magelang, Sarana Kenalkan Wajah Parpol

Naila Nihayah • Senin, 31 Juli 2023 | 03:48 WIB

 

 

SOSIALISASI: Sejumlah pelajar membawa bendera partai peserta Pemilu 2024 saat mengikuti Kirab Pemilu 2024 di Kabupaten Magelang, Sabtu (29/7).
SOSIALISASI: Sejumlah pelajar membawa bendera partai peserta Pemilu 2024 saat mengikuti Kirab Pemilu 2024 di Kabupaten Magelang, Sabtu (29/7).

RADAR JOGJA - Kirab Pemilu 2024 akhirnya tiba di Kabupaten Magelang, Sabtu (29/7). Kirab yang mengusung tema Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa ini dilaksanakan secara estafet dari Kabupaten Gunungkidul ke Kabupaten Magelang.

Kirab ini diikuti oleh 18 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024. Mereka mengikuti arak-arakan menggunakan mobil dari Lapangan drh Soepardi menuju halaman kantor Setda Kabupaten Magelang. Diawali dengan maskot pemilu, marching band, hingga rombongan VW.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang Afiffuddin mengatakan, gelaran kirab ini menjadi satu indikator bahwa Pemilu merupakan sarana integrasi bangsa. Meskipun berbeda-beda, namun satu kesatuan dalam NKRI. "Seperti semboyan yang kita punya dalam Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Paulus Widiantoro menyampaikan, Pemilu merupakan konflik yang dilegalkan dalam suatu aturan. Menurutnya, Pemilu adalah satu pihak yang akan merebut kekuasaan dan satu pihak lainnya yang akan mempertahankan kekuasaannya.

Namun, kata dia, Pemilu tidak dibuat sebagai konflik terbuka, tetapi konflik yang menyatukan. "Karena ini dilaksanakan serentak seluruh Indonesia dan bukan untuk membuat kita pecah, akan tetapi menyatukan potensi bangsa dalam satu kegiatan Pemilu bersama," ungkap Paulus.

Di satu sisi, pelaksanaan kirab ini menjadi momentum untuk memperkenalkan diri setiap parpol peserta Pemilu. Selain itu, semua daerah yang dilewati kirab bisa menikmati dan merasakan euforia Pemilu dengan penuh suka cita, khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menuturkan, residu Pemilu pada tahun sebelumnya masih terasa hingga saat ini di tengah masyarakat. Isu polarisasi dan politik identitas, menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu Tahun 2024 mendatang. Untuk itu, hal tersebut harus diantisipasi agar tidak berkembang kembali. Serta menimbulkan dampak sosial, kondusifitas, konflik, dan berpotensi terjadinya disintegrasi bangsa. "Maka dalam menyongsong Pemilu 2024 dibutuhkan kolaborasi, dan sinergitas multipihak," bebernya.

Melalui kirab ini, Zaenal mengajak masyarakat untuk membangun narasi Pemilu 2024 dengan berpolitik yang tidak meninggalkan jati diri bangsa. Utamanya sebagai bangsa yang berbudaya, beretika, dan bermartabat. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kirab #KPU #Magelang #pemilu 2024 #jawa tengah