Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Desa Sidoagung Baru Diperbaiki setelah Viral

Muhammad Hafied • Senin, 31 Juli 2023 | 17:55 WIB
GOTONG ROYONG : Perbaikan jembatan rusak di Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng dilakukan secara swadaya.
GOTONG ROYONG : Perbaikan jembatan rusak di Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng dilakukan secara swadaya.

 

RADAR JOGJA- Pemerintah Desa (Pemdes) Sidoagung, Kecamatan Sruweng bergegas melakukan perbaikan terhadap jembatan rusak di desa setempat. Ini setelah beberapa saat viral dan banyak menuai respon dari masyarakat.

Diberitakan Radar Jogja edisi Kamis, 27 Juli 2023, jembatan di Padukuhan Klangon desa setempat terlihat mengalami kerusakan cukup parah. Akibatnya, warga harus bertaruh nyawa ketika melintasi jembatan yang tak kunjung diperbaiki tersebut.

Kaur Perencanaan Desa Sidoagung Pujianto menyampaikan, perbaikan dilakukan secara swadaya bersama warga. Adapun belanja material diambil dari mata anggaran dana desa. "Pakai pos dana kegiatan penanganan darurat bencana. Total Rp 4,5 juta buat beli kayu sama tukang," jelasnya, Minggu (30/7/2023).

Pihak pemdes berharap, meski dengan anggararan terbatas, perbaikan tersebut minimal mengurangi resiko membahayakan bagi warga. Selain itu, adanya perbaikan juga diharapkan tidak menggangu aktivitas warga dari berbagai sektor. Menurut dia, jika dihitung kebutuhan, paling tidak habis Rp 500 juta. “Tapi memang anggaran sangat terbatas. Dana desa tidak memungkinkan untuk alokasi itu," ucap Pujianto.

Dia menyebut, penyebab utama jembatan rusak karena sebagian struktur bangunan jembatan hanyut terbawa banjir pada 2019 silam. Hal ini mengakibatkan pondasi pada ujung jembatan amblas. "Sudah agak lama. Cuma itu paling, diperbaiki pakai kayu karena alas jembatan masih bisa ditumpuk," katanya.

kebumeBaca Juga: Riski Adi Pradana, Relawan BPBD Kebumen Bawa Timnas Garuda INAF Juara di Malaysia

Sebelum diperbaiki, jembatan penghubung antar desa tersebut tetap dipertahankan warga, meski dalam kondisi rusak. Perbaikan dilakukan warga secara swadaya, dengan cara menambal lantai jembatan menggunakan balok dan papan kayu.

Pantauan di lokasi, warga harus ekstra hati-hati ketika melintas di atas jembatan. Tak jarang, warga juga kerap terperosok akibat papan lantai jembatan mulai lapuk termakan usia. Beberapa warga terlihat memilih turun dari kendaraan demi keselamatan. Jembatan dengan panjang sekitar 20 meter itu terlihat hanya dapat dilalui secara bergantian.

Sementara itu, salah satu warga Saryanto, bersyukur jembatan rusak hampir empat tahun itu mendapat perhatian dari pemerintah desa. Penantian panjang selama ini akhirnya terealisasi, meski baru sebatas penambalan menggunakan papan kayu. "Mendinglah, enggak seperti sebelumnya. Sudah pada bolong, ban motor sering keprosok masuk. Ada yang sampai masuk sungai," ungkapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #jembatan #desa #sungai