RADAR JOGJA - Pemerintah mendorong ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo, yaitu dengan memberikan bantuan kepada masyarakat miskin dan keluarga risiko stunting (KRS).
Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo Tri Astuti menyebutkan, tahun ini dalam rangka mendorong ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo pihaknya menyalurkan sejumlah bantuan dari pusat. Di antaranya, bantuan beras kepada masyarakat miskin.
purwoerBaca Juga: Dalami Dugaan Pungli SMPN 33 Purworejo
"Untuk bantuan beras tersebut sudah selesai kami laksanakan di seluruh kecamatan jumlahnya 73.260 KK. Masing-masing mendapatkan 10 kg diberikan selama tiga bulan mulai April, Mei, Juni," ujarnya Rabu (26/7/2023).
Kemudian, juga menyalurkan bantuan untuk penanganan stunting kepada KRS sebanyak tiga tahap. Bantuannya berupa 1 kg daging ayam dengan 10 butir telur. Setiap tahap, alokasinya untuk 11.094 penerima KRS ada di 16 kecamatan. "Kini sudah proses tahap kedua dimulai dari 21-29 Juli. Yakni, untuk Kecamatan Bener, Butuh, Kaligesing, Loano, dan Bruno," katanya.
Dikatakan, untuk penyaluran tahap pertama terdapat kendala karena pemasoknya dari Wonogiri sehingga distribusi sampa malam hari. Sehingga, penerima terpaksa harus menunggu sampai malam."Tahap kedua ini sudah kami antisipasi yaitu distribusi tidak dilakukan pada hari yang sama. Sehingga ordernya sehari sebelum, kemudian keesokan harinya bisa langsung dibagikan ke penerima. Insyallah tidak ada komplain," imbuh dia.
purBaca Juga: Bakal Ada Bioskop Lagi di Purworejo, Operasional Harus Sesuai Perda tentang TDUP
Tri menyampaikan, baik bantuan beras dan bantuan untuk KRS yang melakukan verifikasi penerima adalah dinsos. Dia berharap, bantuan-bantuan tersebut dapat tepat sasaran."Harapannya, masyarakat dapat terbantu sehingga mengurangi beban biaya ekonomi dengan adanya bantuan pangan itu. Terlebih, untuk bantuan KRS karena di Kabupaten Purworejo stuntingnya juga tinggi," lanjutnya.
Ke depan, untuk stabilisasi pasokan bahan pangan, pihaknya juga akan menggelar bahan pangan murah kembali. Rencananya, akan dilaksanakan satu kali lagi antara Agustus sampai September. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo