RADAR JOGJA - Keterbatasan fisik justru menghantarkan Riski Adi Pradana, berprestasi di kancah internasional. Dia dipercaya memperkuat timnas sepak bola amputasi Indonesia U-23 atau Garuda INAF, dalam ajang Tournament Artalive Challenge Cup Amputee Football 2023 di Malaysia.
Pada laga persahabatan itu Indonesia keluar sebagai pemenang. Stadium Syah Alam Selangor, Malaysia menjadi saksi penampilan gemilang Riski Adi Pradana dkk. Bersama atlet lain, Riski berhasil menekuk lawan tanding dari berbagai negara. "Dari bulan lalu mulai latihan. Sekarang terbayarkan. Tinggal persiapan pulang ke tanah air," kata Riski melalui sambungan telepon, Minggu (23/7).
Baca Juga: Kemiskinan Ekstrem, PR di Kebumen
Warga Desa Tukinggedong, Kecamatan Puring ini mengaku bangga bisa memboyong piala kejuaraan antarnegara tersebut. Dia tak pernah menyangka bisa menjadi bagian timnas sepak bola Indonesia amputasi. "Enggak kebayang aja. Yang ikut seleksi waktu itu banyak banget, kok ternyata saya dipanggil," ungkapnya.
Riski mengungkapkan, kecelakaan tunggal pada 2022 silam membuat kaki kirinya harus rela diamputasi. Meski begitu, kondisi fisik tersebut tak mengurangi kecintaannya terhadap olahraga sepakbola. Dia diketahui merupakan relawan kebencanaan. Dan saat ini mendapat tugas piket rutin pada bagian Pusdalops BPBD Kebumen. "Masih aktif di BPBD. Pas kecelakaan juga lagi tugas," bebernya.
Dia memperkuat timnas bersama 13 atlet lain, satu kepala pelatih, tujuh perangkat pelatih dan empat orang di posisi ofisial. Adapun saat ini Riski juga bergabung di tim sepak bola amputasi Persam Madura. "Soalnya di Jawa Tengah belum ada klub bola khusus amputasi. Terpaksa ikut Madura," jelasnya.
Di mata rekan satu kantor, Riski dinilai pribadi yang teliti dan cekatan. Kekurangan fisik tidak membuat dirinya minder. Justru dia cukup bersemangat dalam mengabdi untuk misi kemanusiaan. "Kami bangga dengan Riski ya. Bisa mengharumkan nama bangsa. Dia orangnya baik, mau berbaur dengan siapa aja. Kekurangan bukan penghalang buat Riski," ujar Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto. (pra)
Editor : Satria Pradika