Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.30 oleh warga dari pinggiran sungai. Titik penemuan mayat korban berada di Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen. "Jenazah dalam posisi terapung di aliran sungai. Lalu kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kebumen," jelas Kasi Humas Polres Kebumen AKP Heru Sanyoto.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana.
Keterangan ini diperkuat dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim dokter RSUD dr Soedirman Kebumen. Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.
Berdasarkan informasi pihak keluarga, korban kini duduk di kelas VIII SMP negeri. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban meninggalkan rumah sejak Rabu (10/5). Tak hanya itu, korban juga menuliskan surat wasiat berisikan permintaan maaf karena sering merepotkan.
Surat wasiat tersebut ditujukan kepada neneknya sendiri. Dalam surat bertintakan warna biru itu, korban juga meminta doa serta memberikan uangnya kepada sang nenek.
Kapolsek Kebumen AKP Joko Maryono menambahkan, saat ditemukan kondisi jenazah sudah sulit dikenali. Namun ketika polisi menghubungi pihak keluarga yang sempat melaporkan kehilangan beberapa waktu lalu, jenazah dengan mudah dikenali.
Ini dilihat dari ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja hitam motif kotak-kotak dan celana. "Beberapa hari kemarin hujan cukup deras. Entah terpeleset atau pas mandi tenggelam, masih kita selidiki," ujar AKP Joko Maryono. (fid/pra) Editor : Editor Content