Saat ini, Polda Jateng masih mendalami kasus untuk mencari sumber bahan peledak. Telah diperiksa 16 orang Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menyebut, dari hasil penyidikan inafis labfor dipastikan ledakan yang menewaskan empat orang warga tersebut berasal dari bahan-bahan mercon atau petasan.
Dari hasil pemeriksaan terhadap seorang pelaku yang masih di rawat di rumah sakit, diperoleh informasi terkait bahan peledak didapatkan dari Pati. Pemesanan dilakukan secara online. Hanya saja, empat pelaku yang semuanya meninggal dunia, sedikit menyulitkan petugas untuk mendapatkan keterangan. Termasuk temuan 400 selongsong yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) akan dijual atau tidak. “Jadi kami tidak tahu itu mau dijual atau mau ke mana. Penyidik kita sudah berangkat ke sana (Pati) untuk minta keterangan,” jelas Luthfi saat gelar kasus ledakan petasan di Polres Kebumen, seperti dilaporkan Radar Kebumen (Jawa Pos Radar Jogja Group) kemarin (14/5).
Luthfi menambahkan, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dia menyebut, siapa saja yang menyimpan dan menguasi terkait bahan mercon atau khandaq akan dikenai sanksi pidana UU Darurat No.12 Tahun 1951. Dia juga mengimbau seluruh warga untuk tidak main-main dengan petasan. “Buktinya sudah nyata, ada kerugian hingga korban jiwa,” pesannya.
Sebelumnya, kata Luthfi, Polres Kebumem juha telah melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Dalam kegiatan tersebur, hampir empat kuintal bahan mercon berhasil diamankan. Sementara seluruh jajaran Polda Jateng telah memusnahkan 72.000 pieces bahan mercon. "Hal ini menandakan masyarakat belum memiliki kesadaran bahwa bahaya petasan bisa mengancam jiwa," ungkapnya.
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menambahkan, saat ini, total korban meninggal dunia adalah empat orang. Tercatat korban meninggal dalam peristiwa itu adalah Muhammad Taufik Hidayat, 27, Rizky, 19, Rio Dwi Pangestu, 22, dan Sugiyanto, 23. Sedangkan korban mengalami luka-luka yakni Bambang Priyono, 29, Alib, 24, Irwan, 25, dan Ratna. “Kami turut berbela sungkawa atas kejadian ini. Sebenarnya kejadian seperti ini sudah kita antisipasi melalui Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan dengan sasaran petasan,” jelas Piter.
Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman menuturkan belum ada penetapan tersangka dalam peristiwa ini. Sebelumnya ledakan mercon terjadi di rumah Untung, 55, pada Rabu sore (12/5) sekitar pukul 17.30. Semula, mercon dirakit bersama tujuh orang. Diduga para korban telah menyiapkan bubuk petasan sebanyak 2-3 kilogram. Lalu, saat proses memasukkan bubuk ke solongsong petasan, ledakan terjad karena terkena percikan api rokok. "Karena salah seorang korban meracik mercon sambil merokok," beber Tugiman.
Kuatnya ledakan, tambah Untung, membuat rumah bagian depan rusak berat. Tembok rumah hancur, serta plafon rumah sebagian runtuh. Saar terjadi ledakan, Untung mengaku berada di rumah bagian belakang. Mendengar suara ledakan, ia bergegas menuju titik suara dan korban sudah tergeletak. Salah satu korban adalah anak Untung bernama Muhammad Taufik Hidayat, 27. "Darah di mana-mana. Sampai saya tidak bisa mengenali wajah anak saya," kata Untung sambil menahan tangis. (eno/pra) Editor : Editor Content