Dompet crypto merupakan fitur yang harus kamu miliki dalam cryptocurrency. Karena dompet crypto tempat kamu menyimpan dan melakukan transaksi Bitcoin atau aset crypto lainya. Sehingga kamu bisa aman dan nyaman dalam trading maupun investasi Bitcoin.
Namun sebelum membahas tentang dompet crypto, maka hal dasar yang harus kamu pelajari adalah apa itu Bitcoin sehingga kamu memahami koin crypto apa yang kamu beli atau koin crypto yang kamu perdagangkan.
Terdapat beberapa wallet crypto yang mudah dan aman digunakan untuk swap crypto maupun menyimpan NFT, salah satunya adalah Pintu Web3 dan beberapa dompet crypto lainnya. Dengan dompet web3 wallet, trader atau investor crypto bisa melakukan staking, borrow-lending hingga berburu airdrop yang sedang ramai.
Selain itu, kamu juga harus memantau harga Bitcoin hari ini melalui grafik pergerakan pasar. Sehingga kamu bisa melakukan riset dan analisa untuk memprediksi kearah mana pergerakan Bitcoin atau aset crypto lainnya.
Bagaimana Cara Kerja Dompet Crypto?
Sebelum memahami perbedaan antara keduanya, kita perlu mengetahui cara dasar dompet crypto beroperasi. Secara teknis, dompet crypto tidak benar-benar “menyimpan” cryptocurrency. Mereka menghasilkan informasi yang diperlukan untuk mengakses dan mengelola aset crypto tersebut.
Meskipun ini adalah hal yang teknis, istilah “menyimpan” sering digunakan untuk mempermudah pemahaman. Dompet crypto memiliki dua komponen utama: kunci publik dan kunci privat.
Jika seseorang hendak mengirimkan mata uang crypto, mereka akan menciptakan transaksi ke alamat yang berasal dari kunci publik dompet. Alamat ini bersifat publik dan dapat dibagikan kepada siapa pun. Namun, kunci privat adalah hal yang sangat rahasia dan krusial.
Kunci privat ini digunakan untuk menandatangani transaksi dan memberikan akses ke aset crypto kamu. Dengan menjaga kunci privat dengan aman, kamu bisa mengakses cryptocurrency dari berbagai perangkat.
Beberapa dompet bahkan memungkinkan penyimpanan dan transfer NFT yang diterbitkan di blockchain tertentu. Namun, terlepas dari pilihan dompet yang kamu buat, itu akan termasuk ke dalam kategori dompet kustodian atau non-kustodian.
Dompet Crypto Kustodian
Dompet kustodian adalah jenis dompet yang menyimpan dan mengelola aset crypto untuk kamu. Dengan kata lain, pihak ketiga bertanggung jawab untuk menjaga dan mengendalikan kunci privat atas nama kamu.
Meskipun ini berarti kamu tidak memiliki kontrol penuh atas dana atau kemampuan untuk menandatangani transaksi sendiri, ada beberapa keuntungan yang perlu dipertimbangkan.
Pada saat awal Bitcoin, setiap pengguna harus mengelola kunci privat mereka sendiri. Meski memiliki kendali penuh memiliki keuntungannya, hal ini bisa menjadi rumit dan berisiko, khususnya bagi pengguna yang kurang berpengalaman.
Jika kamu kehilangan kunci privat, akses permanen ke aset crypto bisa hilang. Selain itu, ada situasi di mana aset crypto tidak bisa diwariskan, karena hanya pemilik asli yang mengetahui kunci privatnya. Dengan memanfaatkan layanan dompet kustodian, kamu dapat menghindari kondisi ini dengan memberikan akses kepada pihak ketiga untuk mengelola aset.
Dalam sejumlah situasi, mengandalkan layanan dompet kustodian dapat menjadi keputusan yang cerdas. Namun, ini juga berarti kamu harus menyerahkan kunci privat kepada orang lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bursa atau penyedia layanan yang terpercaya.
Saat mencari penyedia layanan kustodian, penting untuk memperhatikan apakah mereka terdaftar, jenis layanan yang tersedia, metode penyimpanan kunci privat, serta perlindungan asuransi apa yang ditawarkan.
Dompet Crypto Non-Kustodian
Sebaliknya, dompet crypto non-kustodian memungkinkan kamu untuk memiliki dan mengontrol kunci privat sendiri. Ini adalah pilihan yang lebih baik bagi pengguna yang ingin sepenuhnya menguasai aset crypto mereka.
Tanpa adanya pihak ketiga, kamu dapat langsung melakukan transaksi crypto dari dompet. Ini merupakan pilihan ideal bagi trader dan investor berpengalaman yang paham cara mengelola dan melindungi kunci privat serta frase pemulihan.
Kamu memerlukan dompet non-kustodian saat berinteraksi dengan bursa terdesentralisasi atau aplikasi terdesentralisasi. Contoh umum dari bursa terdesentralisasi yang mengharuskan penggunaan dompet non-kustodian meliputi Uniswap, SushiSwap, PancakeSwap, dan QuickSwap.
Trust Wallet dan MetaMask adalah dua contoh popular penyedia dompet non-kustodian. Perlu diingat bahwa dengan dompet non-kustodian, kamu sepenuhnya bertanggung jawab untuk mengamankan frase pemulihan serta kunci privat.
Dompet Kustodian vs Non-Kustodian
Kelebihan dan Kekurangan Dompet Kustodian
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dompet kustodian memiliki beberapa keuntungan dan kelemahan yang harus dipikirkan. Salah satu kendala utama adalah kamu harus mempercayakan uang dan kunci privat kepada pihak ketiga.
Biasanya, penyedia layanan ini juga memerlukan verifikasi identitas. Walaupun begitu, ada pula kelebihan yang ditawarkan oleh penggunaan dompet kustodian.
Dengan menggunakan dompet kustodian, kamu bisa merasa tenang dan nyaman. Kamu tidak perlu khawatir tentang kehilangan kunci privat dan bisa menghubungi layanan pelanggan jika kamu menghadapi masalah.
Namun, penting untuk memilih perusahaan kustodian yang dapat dipercaya serta menawarkan keamanan yang tinggi dan perlindungan asuransi. Pastikan juga mereka terdaftar dan mematuhi regulasi yang berlaku.
Kelebihan dan Kekurangan Dompet Non-kustodian
Di sisi lain, dompet non-kustodian memberikan kamu kontrol penuh atas kunci dan dana. Dengan kata lain, aset kamu sepenuhnya milik kamu dan dapat bertindak sebagai bank bagi diri sendiri. Selain itu, transaksi tanpa kustodian biasanya lebih cepat karena tidak memerlukan persetujuan dari pihak kustodian.
Juga, kamu tidak perlu membayar biaya tambahan yang kadang-kadang dikenakan oleh kustodian, tergantung pada penyedia layanan yang kamu pilih. Namun, terdapat beberapa kekurangan yang harus diingat ketika memakai dompet non-kustodian.
Salah satu di antaranya adalah bahwa akses dan kemudahan penggunaan mungkin tidak sebaik yang diharapkan. Dompet ini kadang sulit digunakan dan bisa membingungkan bagi pemilik crypto yang baru. Namun, seiring dengan berkembangnya penyedia layanan non kustodian, masalah ini mungkin akan diperbaiki seiring waktu.
Selain itu, jika menggunakan dompet yang tidak dikelola, kamu akan bertanggung jawab sepenuhnya atas keamanan kunci dan dana kamu. Ini berarti kamu perlu melakukan tindakan sendiri untuk menjaga aset aman dari peretas dan ancaman lainnya.
Kamu bisa mempertimbangkan langkah-langkah keamanan berikut:
- Menggunakan sandi yang kuat.
- Mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk perlindungan tambahan.
- Berhati-hati terhadap penipuan dan serangan phishing.
- Berhati-hati saat mengklik link dan mengunduh aplikasi baru.
- Memilih Jenis Dompet yang Tepat
Itulah perbedaan dompet crypto custodian dan non-kustodian. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Editor : Bahana.