Black October 2026, Serangan Siber Mengancam 70 Persen Website Dunia

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:23 WIB
ILUSTRASI: Black October. Apakah Komdigi sudah melakukan antisipasi cyber attack ini? (AI Image Generator)
ILUSTRASI: Black October. Apakah Komdigi sudah melakukan antisipasi cyber attack ini? (AI Image Generator)

RADAR JOGJA, 22 Oktober 2026 - Internet dunia sedang mengalami gelombang pengamanan besar-besaran. Ratusan juta situs web berpotensi terkena serangan siber serius. Banyak pemerintah, bank, dan platform besar sudah memilih mematikan sementara situs mereka.

Para pengamat menyebut peristiwa ini sebagai “Black October”. Di pusat perhatian ada perangkat lunak yang sehari-hari kita gunakan tanpa sadar, yaitu PHP.

PHP menjadi fondasi sekitar tujuh dari sepuluh situs web di dunia. Dua celah keamanan kritis ditemukan di dalamnya. Celah ini memungkinkan penyerang masuk ke server tanpa perlu password sama sekali.

Kedua celah tersebut diberi nama PHP2Shell. Tingkat bahayanya dinilai 9,2 dari skala 10. Informasi detail mulai beredar pada 20 Oktober 2026.

Perbaikan darurat dirilis sehari kemudian. Namun, para penyerang sudah bergerak lebih dulu. CEO Cloudflare mengungkapkan bahwa upaya peretasan melonjak dari ribuan menjadi jutaan hanya dalam hitungan jam.

Lembaga keamanan siber di berbagai negara memberikan pesan yang sama. Pemilik situs yang menggunakan PHP diminta segera memasang patch atau mematikan situs sementara.

Akibatnya, sejumlah situs pemerintah, rumah sakit, dan bank di beberapa negara sempat gelap. CrowdStrike memperingatkan bahwa serangan jenis ini hampir tidak meninggalkan jejak. Beberapa situs mungkin sudah disusupi tanpa pemiliknya sadar.

Sekitar 2,6 juta server yang menghadap internet menjalankan PHP. Setiap server bisa menampung ratusan situs. Lebih dari 1,1 juta di antaranya masih memakai versi lama yang sudah tidak mendapat pembaruan resmi.

Untuk versi lama, pemilik harus naik ke versi PHP yang masih didukung atau menunggu perbaikan dari penyedia perangkat lunaknya. Memasang patch saja tidak cukup jika penyerang sudah sempat menanamkan pintu belakang sebelumnya.

Cloudflare juga mencatat bahwa para penyerang terus mengubah cara serangan agar bisa melewati perlindungan yang ada. Situasi masih berkembang cepat.

Selain masalah PHP, beberapa kejadian keamanan lain juga muncul hampir bersamaan. Perusahaan Jepang Onamae menghentikan seluruh layanan Desktop Cloud setelah menemukan malware di server pelanggan.

Di India, eMudhra terungkap memiliki delapan kunci sertifikat situs yang sangat lemah. Salah satunya bahkan hanya berupa angka “4”. State Bank of India mengonfirmasi hampir 3.900 data nasabah beredar di dark web.

Di Amerika Latin, pelaku menggunakan agen AI untuk menyerang lebih dari 400 bank. Capcom mengumumkan kebocoran yang menyentuh 11,7 juta alamat email. GitLab mengungkapkan celah tingkat keparahan tertinggi di versi yang sudah digunakan sejak 2014.

LiteLLM menarik rilis yang mengandung malware, sementara Railway melaporkan kemungkinan data rahasia pelanggan terpapar. Belum ada bukti bahwa kejadian-kejadian ini terkait langsung dengan PHP2Shell.

Yang terlihat adalah beberapa ancaman siber berbeda muncul dalam waktu berdekatan. Jumlah sebenarnya kejadian yang berhasil masuk mungkin baru akan diketahui dalam hitungan bulan ke depan.

Dunia masih dalam mode siaga. Serangan terus berlangsung. Pemilik website yang menggunakan PHP disarankan segera memeriksa versi yang dipakai dan memasang pembaruan resmi.

Bagi pengguna awam, dampaknya bisa berupa situs yang tiba-tiba tidak bisa dibuka atau layanan online yang sempat berhenti. Hal ini dilakukan demi mencegah kerugian yang lebih besar.

Para ahli menekankan pentingnya menjaga perangkat lunak tetap mutakhir. Situasi Black October menjadi pengingat bahwa fondasi internet yang kita anggap biasa ternyata bisa menjadi titik lemah besar.

Hingga saat ini, upaya perbaikan dan pengamanan masih terus dilakukan di berbagai penjuru dunia. Kewaspadaan tetap diperl ukan dalam beberapa minggu ke depan.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
PHP2Shell Black October kerentanan PHP update website Keamanan siber