Balas Serangan di Bandara, Koalisi Arab Saudi Gempur 80 Markas Houthi

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 15:16 WIB
Ilustrasi kondisi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
Ilustrasi kondisi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.

 

RIYADH – Tiga orang tewas dan 36 lainnya mengalami luka-luka setelah dua bandara internasional di Arab Saudi menjadi sasaran serangan yang diklaim dilakukan kelompok Houthi dari Yaman.

Serangan tersebut menyasar Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Kedua insiden terjadi pada Selasa (6/10/2026) dan Rabu (7/10/2026) waktu setempat.

Di Bandara Internasional Abha, dua perempuan yang merupakan warga negara Maroko dan Aljazair meninggal dunia. Serangan di fasilitas penerbangan tersebut juga menyebabkan 28 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, menewaskan seorang warga negara Sudan. Delapan orang lainnya turut mengalami luka-luka, termasuk lima warga Arab Saudi.

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kedua bandara tersebut. Kelompok yang berbasis di Yaman itu menyatakan telah melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah sasaran di wilayah Arab Saudi.

Serangan tersebut terjadi ketika pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali meningkat. Situasi ini membuat sejumlah fasilitas penting di kawasan tersebut menghadapi ancaman serangan.

Otoritas penerbangan Arab Saudi melakukan pemeriksaan terhadap dampak serangan di kedua bandara. Koordinasi dengan pihak keamanan juga dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan pekerja yang berada di lingkungan bandara.

Selain menyasar wilayah Arab Saudi, kelompok Houthi juga dilaporkan melancarkan serangan terhadap Bandara Internasional Aden di Yaman. Rudal dan drone disebut mengarah ke fasilitas penerbangan tersebut.

Salah satu rudal dilaporkan jatuh di dekat landasan pacu beberapa menit sebelum pesawat dari Kairo dijadwalkan mendarat. Pesawat tersebut kemudian dialihkan menuju Jeddah, Arab Saudi. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman melakukan tindakan balasan. Pasukan koalisi menyatakan telah mencegat sebuah rudal balistik yang mengarah ke wilayah utara Riyadh.

Koalisi tersebut juga melakukan serangan terhadap sejumlah lokasi yang dikaitkan dengan kelompok Houthi di Yaman. Lebih dari 80 sasaran militer dilaporkan menjadi target serangan di beberapa wilayah.

Eskalasi konflik tersebut terjadi di tengah pertempuran yang kembali meningkat di Yaman. Perebutan wilayah strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan konflik terbaru.

Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Kawasan tersebut memiliki peran penting bagi lalu lintas perdagangan dan pengiriman energi internasional.

Konflik yang kembali memanas juga berdampak terhadap masyarakat Yaman. Lebih dari 200 ribu orang dilaporkan mengungsi akibat gelombang pertempuran terbaru.

Serangan terhadap fasilitas penerbangan menambah kekhawatiran terhadap keselamatan transportasi udara di kawasan tersebut. Kondisi keamanan di Arab Saudi dan Yaman masih terus berkembang seiring berlanjutnya serangan dan operasi militer.

Sementara itu, pada Kamis (8/10/2026), kelompok Houthi kembali mengklaim telah melancarkan serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menggunakan rudal balistik. Klaim tersebut masih belum mendapat konfirmasi langsung dari pemerintah Arab Saudi.

Situasi di kawasan Arab Saudi dan Yaman masih menjadi perhatian karena potensi serangan lanjutan dapat berdampak terhadap keamanan penerbangan maupun aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

(Maria Margaretha Nirong Gedo) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Bandara Abha Bandara King Khalid konflik Yaman houthi Arab Saudi