Aksi Kriminal, Remaja 14 Tahun Tusuk Mantan Pacar di Toko Cirencester Inggris, Korban Trauma

Hening Atik Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:34 WIB
Tangkapan kamera CCTV anak laki-laki melakukan tidakanan kriminal di Gloucestershire, Inggris. (X/@ExxAlerts)
Tangkapan kamera CCTV anak laki-laki melakukan tidakanan kriminal di Gloucestershire, Inggris. (X/@ExxAlerts)

 

RADAR JOGJA - Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun dari Wiltshire dijatuhi hukuman perintah rujukan (referral order) selama 12 bulan dan perintah penahanan (restraining order) selama tiga tahun setelah menusuk mantan pacarnya berkali-kali di sebuah toko di Cirencester, Gloucestershire, Inggris.

Kejadian ini terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026, sekitar pukul 11.15 WIB setempat di Upper Churnside, Cirencester.

Pelaku sempat berpacaran singkat dengan korban, yang juga berusia 14 tahun dan satu sekolah.

Hubungan mereka berakhir pada Desember 2025 setelah gadis tersebut menolaknya.

Baca Juga: Flu Lagi Banyak Dibicarakan, Kenali Gejala Influenza A yang Beda dari Flu Biasa

Setelah putus, remaja tersebut menjadi terobsesi.

Ia mengirim pesan melalui akun media sosial palsu setelah diblokir oleh korban.

Pada hari kejadian, ia menunggu di dekat toko sambil membawa pisau dapur yang disembunyikan di saku celananya.

Saat melihat korban masuk untuk membeli minuman, ia menyusul masuk.

Menurut keterangan pengadilan dan rekaman CCTV, remaja itu memegang korban dengan paksa lalu menusuknya berkali-kali.

Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Korban Banjir Bandang Solok, Pastikan Hunian dan Lahan Warga Diganti

Polisi Gloucestershire menyatakan jumlah tusukan tidak bisa dipastikan secara pasti, tetapi dalam rekaman CCTV tampak menunjukkan hingga 10 kali.

Korban menderita luka sayat di leher, wajah, dan tangan, serta memar di punggung.

Pemilik toko yang mencoba melerai ikut diserang. 

Remaja itu menusuk punggungnya dengan pisau hingga sang pemilik toko melarikan diri.

Saat itu, korban berhasil kabur keluar toko dan meminta bantuan sekitar. 

Pelaku kemudian melarikan diri, tetapi ditangkap polisi di dekat lokasi kejadian.

Saat digeledah, pisau ditemukan masih di saku celananya, dan ia memiliki luka sayat di tangan.

Baca Juga: Prediksi Skor Turki vs Prancis di UEFA Nations League, Les Blues Diunggulkan di Kocaeli

Awalnya, remaja itu ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan.

Kemudian ia didakwa dan mengaku bersalah atas tuduhan melukai dengan niat, menyebabkan cedera tubuh serius tanpa niat, serta membawa benda tajam di tempat umum.

Pada sidang di Bristol Crown Court yang berfungsi sebagai pengadilan anak pada 21 September 2026, Hakim Ian Lawrie menjatuhkan hukuman referral order 12 bulan (program rehabilitasi dengan panel offender muda) dan restraining order tiga tahun. 

Hukuman referral order merupakan sanksi maksimum jenis ini untuk pelaku muda dan bertujuan merehabilitasi perilaku agar tidak mengulangi kejahatan.

Baca Juga: Menhub Dudy Lantik Ahmad Jadi Ketua KNKT 2026-2030, Tekankan Zero Kompromi untuk Keselamatan

Pelanggaran restraining order dapat berujung pada proses hukum lebih lanjut.

Dalam pernyataan dampak korban yang dibacakan di pengadilan, gadis itu mengungkapkan trauma yang mendalam.

Kasus ini menarik perhatian karena kemiripannya dengan tema serial Netflix “Adolescence”, yang menggambarkan remaja menusuk gadis setelah ditolak.

Rekaman tersebut ramai di perbincangkan oleh warganet di X.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Toko Cirencester proses hukum aksi kriminal CCTV inggris