Hadir di Padhang Bulan Yogyakarta, Laju Peduli Tegaskan Perjuangan untuk Palestina Belum Selesai

Heru Pratomo • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 16:17 WIB
Laju Peduli Hadir di Padhang Bulan Yogyakarta
Laju Peduli Hadir di Padhang Bulan Yogyakarta

 

YOGYAKARTA — Lembaga kemanusiaan Laju Peduli memanfaatkan momentum gelaran Padhang Bulan di Yogyakarta pada 19–20 September 2026 untuk menyerukan pentingnya konsistensi masyarakat Indonesia dalam membantu warga Palestina.

 

Melalui ajang yang dihadiri ribuan generasi muda tersebut, Laju Peduli mengajak masyarakat agar tidak jenuh menyuarakan dan menyalurkan kepedulian bagi korban krisis kemanusiaan di Palestina.

Direktur Laju Peduli, Rizqi Dwi Putra, yang hadir langsung dalam gelaran tersebut menyampaikan bahwa kehadiran lembaga yang dipimpinnya bertujuan untuk menguatkan kembali kesadaran publik mengenai kondisi Palestina yang masih membutuhkan dukungan nyata.

Baca Juga: Wawali Jogja Serahkan Dugaan Pungli Food Truck Bolosego di Alkid ke Polisi

“Kami hadir di event Padhang Bulan ini salah satunya untuk mengingatkan kembali tentang kepedulian kita kepada Palestina. Kami ingin menguatkan masyarakat agar tidak ada rasa jenuh atau bosan. Perjuangan kita untuk Palestina belum selesai, mereka masih sangat membutuhkan doa, bantuan nyata, dan suaranya dari kita semua,” ujar Rizqi Dwi Putra di Yogyakarta.

Rizqi menjelaskan bahwa Laju Peduli yang berdiri sejak 2018 terus secara rutin menyalurkan bantuan ke Palestina, khususnya di wilayah Gaza, Tepi Barat, hingga Al-Quds.

Bantuan rutin tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti gandum, sembako, dan air bersih, di samping program sosial lain seperti orang tua asuh bagi anak yatim dan penghafal Qur'an.

Baca Juga: Vladimir Smicer Minta Liverpool Tak Jual Florian Wirtz ke Bayern Munchen, Singgung Szoboszlai

“Hampir setiap bulan bantuan tidak pernah putus kita kirimkan. Pengiriman terakhir kami menyalurkan sekitar 12 ton tepung gandum (500 paket), 200 paket sembako, dan 15 truk air bersih. Bantuan gandum ini minimal 5 hingga 10 ton rutin dikirimkan setiap bulan tergantung dari dukungan gotong royong masyarakat Indonesia,” terangnya.

Meski demikian, Rizqi tidak memungkiri besarnya tantangan penyaluran bantuan di lapangan akibat penutupan jalur distribusi dan pembatasan ketat di perbatasan. Dari yang semula bisa dimasuki ratusan kontainer per hari, kini bantuan kemanusiaan dari masyarakat global yang diizinkan masuk dari jalur Mesir sangat terbatas, sehingga menyebabkan proses pengiriman tertahan berbulan-bulan.

“Di sana saudara-saudara kita menghadapi krisis luar biasa; sulit air bersih, makanan, hingga tempat tinggal yang tidak layak. Anak-anak tidak bisa bersekolah dan para orang tua tidak bisa bekerja. Semua murni bergantung pada bantuan global,” ungkapnya.

Baca Juga: Bukan Umpatan, Bajingan di Omah Kecebong Ternyata Punya Peran Menjaga Tradisi Jawa

Kendati memberikan perhatian besar pada krisis Palestina, Rizqi menegaskan bahwa Laju Peduli tidak pernah melupakan aksi kemanusiaan di dalam negeri. Lima program utama lembaga—yakni dakwah, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kebencanaan—tetap berjalan aktif di berbagai wilayah Indonesia.

Saat ini, tim Laju Peduli juga dikerahkan untuk menerjunkan bantuan fase pemulihan di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta penanganan pascabencana yang sebelumnya dilakukan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

“Di Palestina kita support, tetapi kita juga tidak melupakan saudara-saudara kita di Indonesia yang terdampak bencana alam. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan butuh gotong royong pemerintah, NGO, komunitas, dan masyarakat,” tegas Rizqi.

Baca Juga: Preview Fulham vs Manchester United: Prediksi Skor, Kabar Tim, dan Susunan Pemain

Dalam gelaran Padhang Bulan di Yogyakarta ini, Laju Peduli juga menjalin kolaborasi lewat merchandise khusus Hijacket x Padhang Bulan yang diserahkan secara simbolis kepada para narasumber dan ustaz.

Selama dua hari acara berlangsung, peserta dan warga Yogyakarta dapat menyalurkan donasi terbaiknya melalui kanal resmi Laju Peduli untuk mendukung program kemanusiaan baik di dalam negeri maupun untuk Palestina.

 

Editor : Heru Pratomo
padhang Bulan laju peduli Palestina gandum kemanusiaan