RADAR JOGJA – Ajang lari Great North Run di Inggris diwarnai kabar duka. Dua peserta laki-laki berusia 25 tahun meninggal dunia setelah mengalami kondisi medis ketika mengikuti lomba half marathon, Minggu (13/9).
Kabar tersebut dikonfirmasi pihak penyelenggara pada Senin (14/9). Kedua peserta diketahui mengalami kondisi darurat saat perlombaan berlangsung. Tim medis yang berada di lokasi kemudian memberikan pertolongan.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan keduanya. Pihak penyelenggara menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat kedua peserta.
Penyebab pasti kematian masih belum diketahui. Karena itu, kejadian tersebut belum dapat dikaitkan dengan kondisi atau faktor kesehatan tertentu.
Baca Juga: Jogja Terasa Makin Panas, BMKG Ungkap Prakiraan Suhu hingga 34 Derajat Celsius
Great North Run merupakan salah satu ajang half marathon yang cukup besar di Inggris. Tahun ini, sekitar 63 ribu peserta ikut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Para pelari menempuh jarak 13,1 mil atau sekitar 21 kilometer. Rutenya dimulai dari Newcastle dan berakhir di South Shields.
Dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu orang, kebutuhan terhadap layanan medis selama perlombaan tentu menjadi bagian penting. Penyelenggara juga menyiapkan petugas dan tim medis untuk menangani peserta yang mengalami masalah selama berlari.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa lari jarak jauh bukan sekadar soal kuat menyelesaikan jarak hingga garis finis. Kondisi tubuh juga perlu diperhatikan, terutama bagi peserta yang mengikuti lomba dengan jarak belasan hingga puluhan kilometer.
Persiapan sebelum lomba menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan. Pelari biasanya perlu membangun kemampuan secara bertahap melalui latihan, menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, dan memberikan waktu istirahat kepada tubuh.
Baca Juga: Menikmati Panorama JJLS Kelok 23, dari Bukit Karst, Pantai Parangtritis, Gumuk Pasir hingga Sunset
Saat lomba berlangsung pun peserta perlu memperhatikan kondisi masing-masing. Jika tubuh mulai terasa tidak normal, memaksakan diri untuk terus berlari bukan pilihan yang bijak.
Keluhan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, tubuh terasa sangat lemas, atau hampir kehilangan kesadaran sebaiknya tidak dianggap sepele. Peserta dapat memperlambat langkah, berhenti, dan segera meminta bantuan petugas yang berada di sekitar lintasan.
Hal yang sama juga berlaku bagi pelari yang sudah terbiasa mengikuti perlombaan. Pengalaman berlari jauh bukan berarti tubuh selalu berada dalam kondisi yang sama setiap kali mengikuti lomba.
Great North Run sendiri tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-45. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu acara besar yang melibatkan masyarakat dan berbagai kegiatan sosial.
Baca Juga: Jay Idzes Alami Masalah Otot Paha saat Sassuolo Meringkus Juventus, PSSI dan Timnas Indonesia Cemas
Kematian dua peserta menjadi bagian paling menyedihkan dari penyelenggaraan tahun ini. Meski penyebabnya masih menunggu kepastian lebih lanjut, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi para pelari untuk lebih mengenali batas kemampuan tubuh.
Olahraga memang baik untuk menjaga kebugaran. Namun, ketika mengikuti lomba jarak jauh, keselamatan tetap perlu ditempatkan di atas target waktu maupun keinginan mencapai garis finis.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber