Ukraina Serang Fasilitas Gas Rusia di Siberia, Drone Tempuh Jarak 3.000 Kilometer

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:21 WIB
Ilustrasi drone dalam konflik Rusia-Ukraina. Ukraina mengklaim menyerang fasilitas gas di wilayah Yamal-Nenets, Siberia, sekitar 3.000 kilometer dari perbatasan Ukraina.

sumber foto : Ilustrasi AI
Ilustrasi drone dalam konflik Rusia-Ukraina. Ukraina mengklaim menyerang fasilitas gas di wilayah Yamal-Nenets, Siberia, sekitar 3.000 kilometer dari perbatasan Ukraina. sumber foto : Ilustrasi AI

 RADAR JOGJA – Perang Rusia-Ukraina kembali memanas. Kali ini, serangan tidak hanya terjadi di wilayah yang dekat dengan medan perang. Pasukan Ukraina mengklaim berhasil menyerang fasilitas gas Rusia yang berada di wilayah Yamal-Nenets, Siberia, pada Rabu (9/9).

Yang membuat serangan ini menjadi perhatian adalah jaraknya. Lokasi yang menjadi sasaran berada sekitar 3.000 kilometer dari perbatasan Ukraina. Serangan tersebut disebut menjadi salah satu operasi jarak jauh yang dilakukan Ukraina selama perang berlangsung.

Pasukan khusus Ukraina menyebut ada dua fasilitas pengolahan kondensat gas yang menjadi sasaran. Keduanya berada di wilayah Yamal-Nenets, kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi gas utama Rusia.

Salah satu lokasi berada di Novy Urengoy. Kota tersebut bahkan dikenal sebagai salah satu pusat industri gas Rusia. Sementara fasilitas lainnya berada di Distrik Purovsky.

Laporan Reuters menyebut Gubernur Yamal-Nenets Dmitry Artyukhov mengonfirmasi adanya serangan dan kebakaran di sebuah fasilitas industri di Novy Urengoy. Namun, pihak Rusia belum menjelaskan secara rinci fasilitas mana yang terdampak maupun seberapa besar kerusakannya.

Baca Juga: Menikmati Suasana Asri Sajjan Heritage Farm, Destinasi Wisata di Dataran Tinggi Kabupaten Karo

Dari pihak Ukraina, serangan tersebut disebut sebagai upaya untuk memberikan tekanan terhadap sektor energi Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyambut serangan tersebut dan menilai sasaran yang dipilih memiliki arti penting bagi perekonomian Rusia.

Wilayah Yamal-Nenets memang mempunyai posisi penting dalam industri energi Rusia. Sekitar 80 persen produksi gas alam Rusia disebut berasal dari kawasan tersebut. Karena itu, serangan terhadap fasilitas di wilayah ini bukan sekadar serangan ke sebuah bangunan industri, tetapi juga menyasar salah satu sektor penting ekonomi Rusia.

Serangan ini juga memperlihatkan bagaimana penggunaan drone jarak jauh semakin menjadi bagian dari perang Rusia-Ukraina. Ukraina dalam beberapa waktu terakhir diketahui beberapa kali menyasar fasilitas energi Rusia yang berada jauh dari garis depan.

Bagi Ukraina, serangan terhadap fasilitas energi dapat menjadi cara untuk menekan kemampuan ekonomi Rusia. Infrastruktur minyak dan gas mempunyai peran besar karena berkaitan dengan pendapatan negara dan kebutuhan energi.

Baca Juga: Kick-off Pegadaian Championship 2026/2027: Duel Sengit PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru

Sementara itu, perang juga masih berlangsung di wilayah Ukraina. Pada 9 September, serangan drone Rusia dilaporkan menghantam sejumlah wilayah. Di sebuah pusat perbelanjaan di Sumy, dua orang tewas dan 20 lainnya terluka. Serangan juga terjadi di Kyiv dan beberapa wilayah lain.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa serangan dari kedua pihak semakin menjangkau lokasi yang jauh dari garis depan. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada wilayah pertempuran, kini fasilitas energi, jalur logistik, hingga kawasan industri juga menjadi sasaran.

Serangan ke Yamal-Nenets menjadi salah satu contoh terbaru. Kawasan yang berada jauh di Siberia dan selama ini relatif jauh dari pertempuran kini ikut terdampak konflik.

The Guardian melaporkan, dua fasilitas yang disebut menjadi sasaran berada sekitar 3.000 kilometer dari perbatasan Rusia-Ukraina. Salah satunya berada di Novy Urengoy, yang dikenal sebagai pusat penting industri gas Rusia.

Meski begitu, dampak jangka panjang terhadap produksi gas Rusia masih belum bisa dipastikan. Pemerintah Rusia masih melakukan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi.

Perkembangan ini menjadi perhatian karena menunjukkan perubahan pola perang. Drone tidak lagi hanya digunakan untuk menyerang wilayah sekitar medan tempur, tetapi juga dapat diarahkan ke fasilitas strategis yang berada jauh di dalam wilayah lawan.

(Maria Margaretha Nirong Gedo) 

Sumber: Reuters dan The Guardian

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Yamal-Nenets perang drone rusia ukraina