RADAR JOGJA - Hari pertama sekolah yang seharusnya menjadi momen membahagiakan bagi seorang anak, berubah menjadi tragedi mengenaskan.
Wafaa Alika, seorang gadis kecil berusia 8 tahun, tewas bersama ayahnya, Youssef Alika (36), dalam sebuah serangan drone Israel di Gaza pada Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan laporan Al Jazeera English pada Senin (7/9/2026), pasangan ayah dan anak tersebut tengah dalam perjalanan pulang menggunakan mobil usai hari pertama Wafaa kembali bersekolah.
Alih-alih membawa cerita gembira, perjalanan Wafaa harus terhenti selamanya.
Baca Juga: Atletico Madrid Lelah dengan Kebisingan Seputar Julian Alvarez, Koke: Biarkan Dia Tenang
Mobil yang dikendarai Wafaa dan ayahnya dalam keadaan rusak parah setelah terkena serangan.
Melalui foto yang diunggah Reuters, mobil tersebut terlihat gosong dan bagian dalamnya meleleh akibat terbakar.
Kini, yang tersisa dari Wafaa hanyalah tumpukan buku sekolah yang ditemukan masih utuh terbalut tas sekolah kecilnya.
Menanggapi hal ini, pihak militer Israel mengklaim bahwa serangan udara tersebut sebenarnya menargetkan seorang anggota militer Hamas.
Baca Juga: Ayam Geprek "Makanan Adat" Mahasiswa yang Tak Pernah Absen di Kala Krisis
Namun, dampak dari serangan ini malah merenggut nyawa warga sipil tak berdosa.
Selain menewaskan Wafaa dan ayahnya, serangan tersebut juga diketahui menyebabkan enam orang di sekitar tempat kejadian mengalami luka-luka.
Tragedi ini menunjukkan potret kenyataan pahit yang harus dihadapi anak-anak di Gaza.
Tahun ajaran baru tetap berjalan di tengah gempuran serangan militer yang tak kunjung usai.
Situasi ini merampas hak atas pendidikan layak bagi sedikitnya 660.000 siswa di Gaza sendiri.
Editor : Meitika Candra Lantiva