UEFA Siapkan Laporan Pidana terhadap Infantino Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia

Rayhan Nafi Ulwan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:26 WIB
Presiden Fifa Giofanni Memegang Piala Dunia. (Istimewa)
Presiden Fifa Giofanni Memegang Piala Dunia. (Istimewa)

 

RADAR JOGJA - Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) tengah mempersiapkan laporan pidana terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino di Pengadilan Swiss. 

Langkah tersebut berkaitan dengan dugaan salah kelola keuangan dalam rencana penjualan keuntungan Piala Dunia mendatang kepada investor swasta yang pada akhirnya gagal direalisasikan.

UEFA pada Kamis menyatakan telah menyerahkan dokumen ke pengadilan di Manhattan, Amerika Serikat.

Dokumen itu berisi permohonan untuk memperoleh bukti potensial dari Thrive Capital Management, perusahaan investasi asal New York yang didirikan Joshua Kushner, adik dari Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga: Sambut Pembangunan PSEL, Pemkab Bantul Siapkan Sembilan Stasiun Pengambilan Sampah Terpadu

Selain itu, UEFA juga mengajukan permohonan kepada pengadilan distrik di Florida Selatan untuk mendapatkan izin melakukan proses pencarian bukti dalam perkara yang berlangsung di luar Amerika Serikat. 

Permohonan tersebut turut ditujukan kepada FIFA yang memiliki kantor di Coral Gables, kawasan pinggiran Miami.

Dalam rencana yang kini telah dibatalkan, Thrive Capital dan Joshua Kushner disebut akan menjadi investor utama.

Mereka direncanakan membayar 4,2 miliar dolar AS kepada FIFA untuk memperoleh 20 persen kepemilikan pada sebuah anak perusahaan yang akan menangani kegiatan komersial badan sepak bola dunia tersebut, termasuk penyelenggaraan Piala Dunia.

Baca Juga: Tabrak Truk yang Berhenti di Jalur Cepat, Pelajar Usia 15 Tahun Tewas Seketika

“UEFA dan its counsel are contemplating a Swiss criminal proceeding against Infantino and possibly other FIFA officials for criminal mismanagement under Article 158 of the Swiss Criminal Code,” demikian pernyataan pengacara UEFA dalam dokumen setebal 56 halaman yang dilihat The Associated Press.

Dokumen tersebut juga menyinggung kemungkinan bahwa nilai transaksi sebesar 4,2 miliar dolar AS merupakan harga yang berada di luar nilai pasar dan diduga sengaja didorong oleh Infantino demi kepentingannya sendiri.

Rencana penjualan tersebut akhirnya dihentikan Infantino pada 1 Agustus 2026. Keputusan itu diambil setelah muncul penolakan keras dari sejumlah tokoh sepak bola dunia, termasuk UEFA.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Laporan Pidana Penjualan Saham Piala Dunia Presiden FIFA Gianni Infantino Pengadilan Swiss uefa