Tragis! Kebakaran di RS PIMS Islamabad Pakistan, 14 Bayi Dilaporkan Tewas

Hening Atik Mahardika • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12 WIB
Para pekerja membersihkan bangsal anak usai insiden kebakaran yang menewaskan 14 bayi di Rumah Sakit Medical Sciences (PIMSP) Islamabad, Pakistan, Rabu (26/8/2026).
Para pekerja membersihkan bangsal anak usai insiden kebakaran yang menewaskan 14 bayi di Rumah Sakit Medical Sciences (PIMSP) Islamabad, Pakistan, Rabu (26/8/2026).

 

RADAR JOGJA - Kebakaran terjadi di Rumah Sakit PIMS Islamabad, Pakistan, pada Rabu (27/8/2026) pagi pukul 06.45 waktu setempat.

Melansir dari Viory, kebakaran melanda ruang Ibu dan Anak hingga 14 bayi dilaporkan meninggal dunia.

Kronologi, api diduga bermula setelah AC di sekitar ruangan meledak dan berada dekat dengan tabung oksigen. 

Kondisi tersebut membuat suasana rumah sakit panik, terutama keluarga pasien yang khawatir dengan bayi-bayi yang masih berada di dalam ruangan.

Baca Juga: Festival Mustika Rasa 2026 Resmi Dibuka di Alkid Jogja, Angkat Kuliner Warisan Bung Karno

Keluarga pasien dan warga di sekitar lokasi berusaha menyelamatkan bayi yang terjebak.

Mereka bahkan sampai memecahkan kaca jendela untuk membuka jalan keluar.

Petugas pemadam kebakaran dan tim medis langsung dikerahkan ke lokasi.

Enam mobil pemadam kebakaran dan empat ambulans disebut telah diterjunkan untuk menangani keadaan darurat tersebut.

Pemerintah Pakistan kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Baca Juga: Prediksi Bournemouth vs Everton Premier League, The Toffees Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan

 Petugas masih berupaya memastikan bagaimana api bisa menyebar hingga menyebabkan banyak korban di ruang perawatan bayi tersebut.


Peristiwa ini meninggalkan duka bagi keluarga pasien, terutama mereka yang kehilangan bayi dalam kejadian tersebut.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Kebakaran di RS PIMS Islamabad Pakistan Rumah Sakit PIMS Islamabad Pemerintah Pakistan kronologi bayi