Ratusan Warga Negara Asing Hilang Usai Banjir Bandang Nepal, India Terbanyak

Muhammad Ibrahim Al Fattih • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:32 WIB
Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah Nepal.
Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah Nepal.

 KATHMANDU - Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah Nepal pada Rabu menimbulkan korban jiwa dan memicu operasi pencarian besar-besaran. Sedikitnya 160 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan warga negara asing hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Berdasarkan data sementara otoritas Nepal, sedikitnya 341 warga negara asing masuk dalam daftar orang yang belum ditemukan. Mereka berasal dari sejumlah negara dan sebagian besar diketahui berada di Nepal untuk melakukan perjalanan wisata, pendakian, maupun aktivitas pekerjaan.

Nepal menjadi salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara yang ingin menjelajahi kawasan Himalaya, termasuk wilayah di sekitar Gunung Everest. Namun, kondisi cuaca ekstrem dan banjir bandang membuat sejumlah kelompok wisatawan kehilangan kontak dengan pihak luar.

Warga India Paling Banyak Dilaporkan Hilang

Warga negara India menjadi kelompok asing dengan jumlah laporan kehilangan terbesar. Nepal Tourism Board mencatat 142 warga India belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga: Drawing Putaran Ketiga Carabao Cup: Liverpool vs Tottenham Hotspur, Manchester United vs Brighton

Mereka diketahui melakukan perjalanan menggunakan tiga agen perjalanan, yakni Samrat Tours & Travels, Leaf Holiday, dan Himalayan Glacier.

Dari Ukraina, sebanyak 53 warga negara dilaporkan hilang. Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut otoritas Nepal telah menerima laporan mengenai hilangnya kontak dengan kelompok wisatawan asal negara tersebut. Salah satu kelompok terdiri atas 46 wisatawan Ukraina.

Australia juga melaporkan 34 warganya belum ditemukan. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan keprihatinannya kepada keluarga yang tengah menunggu kabar mengenai kerabat mereka.

Sejumlah Negara Lain Turut Terdampak

Malaysia menjadi negara berikutnya dengan jumlah warga yang cukup banyak dalam daftar pencarian. Nepal Tourism Board mencatat 17 warga Malaysia yang melakukan perjalanan bersama Fishtail Tours & Travels belum diketahui keberadaannya.

Namun, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan pihak kedutaan di Kathmandu menerima informasi dari agen perjalanan mengenai 11 warga Malaysia yang diyakini berada di Distrik Rasuwa dan kehilangan kontak.

Sebanyak 12 warga Inggris yang bepergian menggunakan Alpine Eco Trek juga dilaporkan belum ditemukan. Empat warga Afrika Selatan yang menggunakan agen perjalanan yang sama turut masuk dalam daftar orang yang hilang.

Dari Korea Selatan, sembilan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air dilaporkan tidak dapat dihubungi setelah banjir melanda kawasan Rasuwa.

Jepang juga menyatakan kekhawatiran atas keberadaan lima warganya. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan harapan agar seluruh warga yang terdampak dapat segera diselamatkan.

Baca Juga: Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan 157 Orang, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Sementara itu, tiga warga Amerika Serikat yang melakukan perjalanan bersama Fishtail Tours & Travels juga masih belum diketahui keberadaannya.

Portugal melaporkan dua warganya, masing-masing seorang perempuan dan seorang laki-laki, hilang dalam bencana tersebut. Seorang warga Belanda yang bepergian bersama rombongan Australia juga dilaporkan belum ditemukan.

Italia menyampaikan situasi berbeda. Dua warga negaranya bersama seorang pemandu dilaporkan terjebak di kawasan hulu akibat longsor, tetapi telah memperoleh bantuan. Pemerintah Italia juga menyebut terdapat sekitar 90 warga Italia yang sedang berada di Nepal dan Tibet, meski belum diketahui apakah mereka terdampak bencana.

Puluhan Orang Lain Masih Belum Teridentifikasi

Selain warga asing yang identitas negaranya telah diketahui, sejumlah kelompok wisatawan juga melaporkan kehilangan anggota dengan kewarganegaraan yang masih belum dikonfirmasi.

Data sementara mencatat 77 orang dari Trekkers Society, 26 orang dari Kailash Journey, serta delapan orang dari Richa Tours & Travels masih dalam pencarian.

Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada wisatawan mancanegara. Nepal Tourism Board juga melaporkan 93 warga Nepal masih dinyatakan hilang.

Pemerintah dan berbagai lembaga terkait kini terus melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan. Kondisi medan yang sulit, banjir deras, serta longsor di sejumlah lokasi menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat dalam menjangkau wilayah terdampak.

Jumlah korban maupun orang yang hilang masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses evakuasi dan pendataan. Keluarga para korban dari berbagai negara masih menanti kepastian mengenai keberadaan orang-orang yang hingga kini belum berhasil dihubungi.
(Muhammad Ibrahim A)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
hilang nepal himalaya warga asing china