Bayang-Bayang Sanksi AS ke Iran Jadi Pemicu Penurunan Harga Minyak Dunia 

Yunita Tri Hastuti • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:21 WIB
Kilang minyak. (tahuberita.com)
Kilang minyak. (tahuberita.com)

 


RADAR JOGJA - Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Senin (24/8) pagi akibat aksi ambil keuntungan (taking profit) pasar yang mengantisipasi pengumuman sanksi baru dari Amerika Serikat terhadap Iran.

Berdasarkan data Investing pukul 08:24 WIB, minyak jenis Brent melorot 1,89 persen (1,75 poin) ke posisi USD 90,92 per barel dibandingkan sesi Jumat (21/8) di level USD 93,31 per barel.

Sementara acuan West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 2,41 persen (2,10 poin) menuju USD 84,93 per barel dari posisi sebelumnya USD 86,27 per barel.

Baca Juga: Hilang Sejak Sabtu, Pendaki 17 Tahun Asal Karanganyar Ditemukan Meninggal di Puncak Gunung Sumbing 

Penurunan ini didorong oleh sikap waspada investor menjelang konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang diiringi ancaman Presiden Donald Trump terkait penjatuhan sanksi terberat bagi Iran dan mitra dagangnya.

Kondisi geopolitik tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Analis Komoditas Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, menilai langkah AS berisiko meningkatkan eskalasi keamanan kawasan, sedangkan Analis Pasar IG Tony Sycamore menyoroti dinamika internal Teheran antara kelompok pragmatis pimpinan Presiden Masoud Pezeshkian yang mendorong diplomasi dan kelompok garis keras.

Baca Juga: Melanggar, Satpol PP Kota Jogja Beri SP dan Segera Tutup Reklame Iklan Rokok Ilegal

Di sisi lain, pasokan minyak Iran ke Tiongkok dilaporkan menurun akibat blokade AS, meski Teheran dikabarkan telah mengizinkan sejumlah tanker Irak melintas di Selat Hormuz atas permintaan Baghdad.

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
harga minyak mentah Sanksi AS ke Iran Penurunan Harga Minyak Dunia ancaman Presiden Donald Trump timur tengah