Tambang Emas Longsor, 100 Lebih Penambang Tewas Tertimbun

Fibrian Putri Heragung • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:26 WIB
 Tambang emas rakyat di Desa Zamboye, Republik Afrika Tengah (CAR), mengalami longsor.
Tambang emas rakyat di Desa Zamboye, Republik Afrika Tengah (CAR), mengalami longsor.

RADAR JOGJA - Lebih dari 100 orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah tambang emas rakyat di Desa Zamboye, Republik Afrika Tengah (CAR), mengalami longsor. Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses pencarian terhadap penambang yang diduga tertimbun material longsoran masih berlangsung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sore di Desa Zamboye, yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Baboua, wilayah barat CAR dan tidak jauh dari perbatasan Kamerun. Video yang beredar di media sosial menunjukkan material tanah dan pasir longsor menutupi area tambang yang saat itu dipenuhi para penambang. Dilansir dari The Guardian, Kamis (20/8/2026).

Jaksa setempat menyampaikan bahwa sejumlah orang kemungkinan masih berada di bawah timbunan. Relawan Palang Merah, Gervais Ganagoroh, mengatakan lebih dari 100 jenazah telah ditemukan dalam proses evakuasi. Jumlah korban tersebut juga disebut telah dikonfirmasi oleh pejabat senior dari asosiasi pertambangan setempat.

Penyebab kecelakaan diduga berkaitan dengan kondisi terowongan di bawah tanah. Jaksa dari Baboua menyebut beberapa terowongan yang menjadi lokasi aktivitas para penambang kemungkinan mengalami keruntuhan hingga menyebabkan longsor besar.

Baca Juga: Indonesia Jadi Pasar Strategis Malaysia di Sektor Business Events

Salah seorang penambang, Cedric Mbango, menggambarkan kejadian tersebut sebagai bencana besar. Ia mengatakan tanah tiba-tiba runtuh dan menimbun orang-orang yang berada di dalam area tambang.

Tim penyelamat masih melakukan pencarian untuk menemukan kemungkinan korban yang selamat sekaligus mengevakuasi jenazah. Para korban diketahui berasal dari Republik Afrika Tengah dan Kamerun. Pemerintah wilayah Timur Kamerun menyebut sedikitnya tiga warga negaranya telah diketahui menjadi korban dalam insiden tersebut.

Gubernur wilayah Timur Kamerun, Grégoire Mvongo, mengatakan pemerintahnya berkoordinasi dengan pihak berwenang di Republik Afrika Tengah untuk menangani dampak dari tragedi tersebut.

Sementara itu, Bertrand Be Yangué dari Dewan Pemuda Zamboye menilai kemungkinan menemukan korban dalam kondisi hidup semakin kecil. Menurutnya, masyarakat setempat sangat terpukul karena banyak anak muda kehilangan nyawa ketika berusaha mencari penghasilan untuk membantu keluarga mereka.

Baca Juga: Dari Hama Jadi Kuliner, Menikmati Renyahnya Walang Goreng Gunung Kidul Yogyakarta

Upaya pencarian dilakukan menggunakan sejumlah peralatan berat, termasuk traktor. Namun, penggunaan alat tersebut juga menimbulkan kekhawatiran karena dapat membahayakan korban yang mungkin masih bertahan hidup di bawah timbunan. Hingga kini, belum diketahui secara pasti berapa banyak orang yang berada di lokasi tambang ketika longsor terjadi.

Aktivitas pertambangan rakyat di wilayah tersebut diketahui masih banyak berlangsung meski sebagian dilakukan tanpa memenuhi aturan keselamatan. Tingginya angka pengangguran membuat masyarakat memilih bekerja di tambang yang sudah ditinggalkan atau tidak lagi beroperasi secara resmi.

Minimnya penerapan standar keselamatan juga membuat kecelakaan tambang berulang terjadi. Sepanjang tahun ini, sedikitnya 40 orang dilaporkan meninggal dalam berbagai insiden pertambangan di Republik Afrika Tengah.

( FIBRIAN PUTRI HERAGUNG)

Sumber: Berbagi Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
emas tambang runtuh korban afrika tengah