RADAR JOGJA - Otoritas Vietnam mengungkap dugaan praktik korupsi dalam proses sertifikasi ekspor durian ke China.
Kasus ini menyeret sejumlah pejabat yang diduga menyalahgunakan kewenangan untuk menerbitkan dokumen ekspor secara ilegal demi memperoleh keuntungan besar.
Penyelidikan yang dilakukan aparat keamanan berawal dari dugaan penyimpangan dalam penerbitan sertifikat ekspor durian.
Sertifikat tersebut menjadi syarat penting agar produk durian Vietnam dapat masuk ke pasar China yang selama ini menjadi tujuan utama ekspor.
Salah satu pejabat yang ditangkap adalah Hoang Trung.
Selain itu, aparat juga mengamankan Wakil Kepala Departemen Produksi Tanaman dan Perlindungan Tanaman, Nguyen Quang Hieu.
Dua pejabat lain dari kementerian yang sama turut diringkus karena diduga terlibat dalam pemalsuan dokumen resmi.
Otoritas keamanan Vietnam menyebut praktik tersebut telah berlangsung dengan memanfaatkan proses penerbitan sertifikat ekspor.
Dalam pernyataan resmi otoritas keamanan yang dikutip dari Vietnamnews disebutkan bahwa tindakan tersebut menghasilkan keuntungan ilegal dalam jumlah sangat besar yang berkaitan dengan ekspor durian.
Kasus ini menjadi sorotan karena industri durian merupakan salah satu sektor ekspor terbesar Vietnam.
Data yang diungkap dalam penyelidikan menunjukkan ekspor durian segar Vietnam mencapai sekitar 1,5 juta ton, sementara ekspor durian beku hampir 190 ribu ton.
Lebih dari 95 persen total ekspor durian Vietnam diketahui dikirim langsung ke China.
Besarnya nilai perdagangan tersebut diduga menjadi celah yang dimanfaatkan oleh oknum untuk memperoleh keuntungan melalui penerbitan sertifikat secara tidak sah.
Dugaan pemalsuan dokumen itu kini masih terus didalami oleh aparat.
Pihak berwenang memastikan proses penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.
Penyelidikan kini masih terus berkembang untuk mengusut tuntas pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan korupsi sertifikasi ekspor tersebut.
Editor : Meitika Candra Lantiva