Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan untuk Wilayah Kyushu

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:31 WIB
(USGS)
(USGS)

 JEPANG – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah selatan Jepang pada Selasa (28/7/2026). Guncangan kuat yang berpusat di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, memicu otoritas setempat mengeluarkan peringatan dini berupa tsunami advisory atau imbauan waspada tsunami bagi kawasan pesisir yang berpotensi terdampak. 

Menurut Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA), gempa terjadi pada kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer. Episentrum berada di wilayah Kumamoto yang memang dikenal sebagai salah satu kawasan paling aktif secara seismik di Jepang karena berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). 

Sesaat setelah gempa terjadi, JMA mengeluarkan tsunami advisory untuk kawasan Teluk Ariake di pesisir barat Kumamoto. Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gelombang tsunami yang dapat mencapai wilayah pantai dalam waktu singkat. Masyarakat yang berada di daerah pesisir diminta menjauhi pantai, muara sungai, dan segera menuju lokasi yang lebih tinggi hingga ada pemberitahuan resmi bahwa situasi telah aman. 

Hingga laporan awal dirilis, pemerintah Jepang masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa. Belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut. Tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk memantau kondisi di lapangan dan memastikan keselamatan warga. 

Baca Juga: ‎Usai Dilaporkan WALHI, Pemkab Gunungkidul Mulai Cermati Dugaan Pelanggaran 13 Industri Wisata

Otoritas Jepang juga memastikan tidak ditemukan gangguan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di sekitar wilayah terdampak. Badan Regulasi Nuklir Jepang menyatakan seluruh fasilitas yang berada di kawasan Kyushu masih dalam kondisi normal berdasarkan pemeriksaan awal. 

Gempa kali ini kembali mengingatkan masyarakat terhadap sejarah panjang aktivitas seismik di Kumamoto. Pada 2016, wilayah tersebut pernah diguncang rangkaian gempa besar yang menewaskan lebih dari 50 orang, melukai ribuan warga, serta merusak puluhan ribu bangunan. Pengalaman tersebut membuat sistem mitigasi bencana Jepang terus diperkuat agar mampu memberikan peringatan lebih cepat kepada masyarakat. 

Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa tertinggi di dunia. Letaknya yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik menyebabkan negara ini mengalami ribuan gempa setiap tahun. Karena itu, pemerintah telah membangun sistem peringatan dini gempa dan tsunami yang mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat hanya dalam hitungan menit setelah gempa terdeteksi. 

Dalam mekanisme tersebut, JMA akan segera menganalisis lokasi, kedalaman, serta magnitudo gempa untuk menentukan apakah terdapat potensi tsunami.

Jika diperkirakan ada ancaman bagi wilayah pesisir, lembaga tersebut akan menerbitkan tsunami warning atau tsunami advisory sesuai tingkat risikonya. 

Baca Juga: Diskominfo Lakukan Investigasi Usai Videotron Melawi Tampilkan Tayangan Tak Pantas

Sejumlah warga di wilayah Kyushu melaporkan merasakan guncangan sangat kuat yang membuat bangunan bergoyang selama beberapa detik. Otoritas juga mengingatkan bahwa gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti seluruh arahan pemerintah setempat. 

Perkembangan situasi masih terus dipantau oleh pemerintah Jepang. Warga maupun wisatawan yang berada di wilayah terdampak diimbau memantau informasi resmi dari Japan Meteorological Agency dan otoritas lokal untuk mengetahui perkembangan terbaru mengenai potensi tsunami, gempa susulan, maupun kondisi layanan transportasi dan infrastruktur.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Kyushu Kumamoto Japan earthquake tsunami gempa jepang