Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trump Duduk Lebih Rendah dari Xi Jinping di Beijing, Simbol Diplomasi China yang Mengguncang Dunia

Iwa Ikhwanudin • Senin, 18 Mei 2026 | 11:24 WIB
Posisi duduk Donald Trump dari Xi Jinping menjadi viral di media sosial.
Posisi duduk Donald Trump dari Xi Jinping menjadi viral di media sosial.

Radar Jogja – Diplomasi internasional tak hanya soal kata-kata dan kesepakatan dagang, tapi juga simbol visual yang kuat.

Itulah yang ramai dibahas netizen setelah video pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing pada pertengahan Mei 2026 menyebar luas di X (Twitter) dan platform lain. 

Dalam rekaman pertemuan bilateral di Zhongnanhai, kompleks kepresidenan China, Trump terlihat duduk di posisi yang lebih rendah dibandingkan Xi Jinping.

Meski Trump secara fisik lebih tinggi (sekitar 10 cm), sofa atau kursi yang digunakan Xi tampak lebih tinggi dan tegas, sementara Trump tampak “mendekam” di kursi yang lebih empuk dan rendah. 

Baca Juga: Dipermanenkan Napoli, Rasmus Hojlund Ungkap Perpisahannya dengan Manchester Aneh Namun Terasa Emosional

Banyak pengamat dan netizen menilai ini bukan kebetulan.

China dikenal sebagai ahli dalam visual politics dan diplomasi gestur yang terinspirasi dari strategi Sun Tzu dalam The Art of War.

Pesan yang tersirat: Beijing semakin percaya diri sebagai kekuatan global yang setara, bahkan mendominasi, di hadapan Amerika Serikat. 

Bunga Layu: Netizen menyoroti bunga di latar belakang Trump yang tampak layu, kontras dengan sisi Xi yang segar.

Postur Tubuh: Trump terlihat condong ke depan, sementara Xi duduk tegak dan tenang, memperkuat kesan hierarki visual.

Baca Juga: Mikel Arteta Tantang Pemain Ke-12 Arsenal untuk Ciptakan Suasana Meriah Saat Burnley Melawat ke Emirates

Insiden Bantalan Kursi: Trump sempat meminta bantalan kursinya diambil sebelum duduk, yang justru membuat posisinya terlihat lebih rendah.

Video tersebut langsung meledak di media sosial, dengan ribuan komentar dari warganet Indonesia.

Ada yang menyebut ini “kode keras” China, ada pula yang skeptis dan menganggapnya sekadar perbedaan sudut kamera atau pilihan furnitur biasa. 

“Diplomasi itu bukan cuma soal kata-kata, tapi juga simbol. Beijing ingin menunjukkan bahwa era dominasi tunggal Amerika mulai digeser,” tulis akun @BangPino__ yang viral membahas isu ini.

Pertemuan ini terjadi di tengah pembicaraan krusial soal perdagangan, Taiwan, teknologi, hingga isu regional.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Finis P8 Dramatis di Moto3 CatalanGP 2026: Start P20, Raih 8 Poin dan Jaga Posisi Lima Besar Klasemen

Meski kedua pemimpin menyebut hubungan kedua negara “konstruktif”, simbol kursi ini menjadi bahan perdebatan panas tentang siapa yang lebih unggul dalam panggung geopolitik saat ini.

Di Indonesia, netizen ramai membandingkan dengan diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang kerap menekankan kedaulatan dan marwah bangsa.

Banyak yang bertanya, bisakah Indonesia juga mengadopsi pendekatan serupa dalam menjaga kehormatan di forum internasional?

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Gedung Putih maupun Beijing mengenai pengaturan kursi tersebut.

Namun, diskusi ini menunjukkan betapa pentingnya optics atau tampilan visual dalam diplomasi modern. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#xi jinping #simbol visual #ramai dibahas #donald trump #diplomasi internasional