RADAR JOGJA - Peristiwa meninggalnya seorang turis yang terjatuh di wahana Taman Petualangan Air Terjun Mauliyan, Provinsi Sichuan, Tiongkok pada Minggu 3 Mei 2026 menjadi sorotan publik.
Pemerintah Kota Huaying pada Selasa 5 Mei 2026 akhirnya menutup wahan tersebut.
Melansir dari media Tiongkok, Pemerintah Kota Huaying menetapkan insiden ini murni sebagai kecelakaan kelalaian keselamatan perusahaan.
Baca Juga: Turis Meninggal Dunia Jatuh dari Tebing di Huaying Tiongkok, Tali Pengaman Flaying Fox Putus
Tragedi ini memicu kemariahan netizen terkait buruknya standar keamanan wahana adrenalin ekstrem di Tiongkok.
Taman wisata Mauliyan langsung ditutup setidaknya hingga 10 Mei 2026 untuk keperluan investigasi hukum menyeluruh.
Sebagaimana dalam unggahan video detik-detik seorang perempuan terjun bebas saat mencoba menaiki wahana flying fox di tempat wisata tersebut.
Baca Juga: Estevao Kembali ke Brasil untuk Lanjutkan Perawatan Cedera Hamstring
Dalam video yang beredar di internet, perempuan berusia 16 tahun bermarga Liu itu mencoba wahana ayunan ekstrem di tebing air terjun.
Sebelum diluncurkan, korban sempat berteriak dua kali mengeluhkan bahwa tali pengamannya tidak terikat erat.
Namun petugas staf wahana tidak menghiraukannya.
Dan hal buruk pun terjadi.
Baca Juga: Gaji Belum Dibayar Empat Bulan, Pemain PSBS Biak Pilih Mogok Bertanding saat Bertemu Dewa United
Tali seketika lepas, wanita itu pun terjun bebas, dan meninggal dunia, diduga terbentur tebing sebelum akhirnya tali yang mengikatnya menggantung.
Gadis malang tersebut segera dilarikan ke rumah sakit, namun nahas nyawanya tak selamat.
"Sangat disanyangkan, petugas wahana sama sekali mengabaikan peringatan keras korban. Harus di usut tuntas," tulis seorang warganet menanggapi postingan video di X detik-detik peristiwa terjadi.
"Kelalaian fatal yang berujung maut," komentar warga X lainnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva