RADAR JOGJA - Organisasi kesehatan dunia (WHO) menerima laporan kematian tiga orang di dalam kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudera Atlantik.
Mereka meninggal diduga akibat virus hanta yang ditularkan hewan kepada manusia.
Di dalam kapal pesiar milik Belanda itu terdapat 150 orang dan tengah menunggu bantuan di lepas Pantai Tanjung Verde.
Yakni, negara kepulauan vulkanik di Samudra Atlantik yang jaraknya sekitar 570 km lepas pantai, barat Afrika.
Hingga saat ini masih belum ada seorang pun yang diizinkan untuk turun.
Melansir AP News, wabah ini juga menyebabkan beberapa orang lainnya sakit.
WHO mengatakan investigasi terperinci tentang wabah di kapal pesiar tersebut sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lebih lanjut.
Seorang profesor dan direktur asosiasi Pusat Kesehatan Global di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas New Mexico melakukan penelitian terkait virus hanta.
Dalam studinya, virus hanta umumnya menyebar dari hewan ke hewan.
Kasus persebaran dari hewan ke manusia belum pernah ia jumpai.
“Kita belum pernah mengalami penyebaran infeksi hantavirus dari orang ke orang dalam skala besar sebelumnya dan saat ini tidak ada alasan untuk mencurigai adanya wabah besar dari kasus ini,” kata Bradfute.
Baca Juga: Warga Hargomulyo Ciptakan Mesin Pemilah Gabah, Sehari Mampu Selesaikan 50 Karung
Studi menunjukkan virus hanta telah ada selama berabad-abad, dengan wabah yang didokumentasikan di Asia dan Eropa.
Barulah pada awal tahun 1990-an, sekelompok hantavirus yang sebelumnya tidak dikenal muncul di wilayah barat daya Amerika Serikat sebagai penyebab penyakit pernapasan akut yang sekarang dikenal sebagai sindrom paru hantavirus.
Virus ini menyebar melalui hewan pengerat dan, lebih jarang, manusia.
Kendati begitu, WHO mengatakan bahwa meskipun jarang terjadi, hantavirus juga dapat menyebar langsung antar manusia.
Hantavirus terutama menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat atau urin, air liur, atau kotorannya, terutama ketika material tersebut terganggu dan menjadi terbawa udara, sehingga menimbulkan risiko terhirup.
Orang biasanya terpapar hantavirus di sekitar rumah, kabin, atau gudang mereka, terutama saat membersihkan ruang tertutup dengan sedikit ventilasi atau menjelajahi area di mana terdapat kotoran tikus.
Editor : Meitika Candra Lantiva