Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Anggota TNI yang Bertugas Menjaga Perdamaian di Timur Tengah Gugur, Begini Temuan awal Investigasi dari PBB

Bahana. • Rabu, 8 April 2026 | 13:22 WIB
GAGAH: Praka Farizal berdiri tegak tepat di belakang kendaraan PBB. (Dok. Instagram Pribadi)
GAGAH: Praka Farizal berdiri tegak tepat di belakang kendaraan PBB. (Dok. Instagram Pribadi)

Sebanyak tiga anggota TNU yang tergabung dalam penjaga perdamaian UNIFIL gugur.

Mereka yang tergabung dalam organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tengah menjalankan tugas perdamaian di Lebanon Selatan.

Gugurnya tiga anggita UNIFIL tersebut menjadi perhatian PBB.

Di mana, PBB mengungkap sejumlah temuan awal investigasi terkait insiden 29 dan 30 Maret 2026 tersebut.

Juru Bicara PBB Stephanie Dujarric menjelaskan, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi PBB 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe.

Baca Juga: Prediksi Skor PSG vs Liverpool Liga Champions Kamis 9 April 2026

"Perlu diingat bahwa, untuk mengurangi risiko terhadap personel PBB, UNIFIL kembali telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret," kata Dujarric dalam siaran pers Pusat Informasi PBB di Indonesia, Rabu.

Sementara itu, terkait insiden 30 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama.

Ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire).

"Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah," katanya.

Menurutnya, insiden yang telah menyebabkan Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon gugur itu, telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia, Lebanon serta Israel.

Jubir kembali menegaskan bahwa ini merupakan temuan awal dan berdasarkan bukti fisik awal. Sementara, proses investigasi penuh oleh PBB, termasuk prosedur yang diperlukan serta keterlibatan dengan para pihak terkait untuk memahami konteks dan keadaan secara menyeluruh di tengah situasi permusuhan yang masih berlangsung, masih terus berjalan.

"Dewan Penyelidikan akan dibentuk untuk kedua kasus tersebut, sesuai dengan prosedur yang berlaku di PBB," katanya.

Jubir kembali menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur dan kepada Pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Empat Laga Terakhir PSS Sleman di Pegadaian Championship, Mampukah Super Elja Kembali ke Kasta Tertinggi

Ia juga berharap seluruh pihak turut mendoakan pemulihan penuh bagi semua yang terluka dalam insiden ini maupun insiden lainnya.

"Insiden-insiden ini tidak dapat diterima. Kami telah meminta para pihak terkait agar kasus ini diselidiki dan diproses secara hukum oleh otoritas nasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan dan memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap penjaga perdamaian," katanya.

Ia menambahkan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian PBB dapat merupakan kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

"Semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian setiap saat. Kekebalan fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dihormati," katanya. (*)

Editor : Bahana.
#3 anggota TNI gugur #pbb #Lebanon Selatan