RADAR JOGJA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang selama sebulan dengan Iran sebagai keberhasilan yang "hampir selesai".
Pernyataan ini ia sampaikan saat memberikan pidato kebangsaan di Gedung Putih pada Rabu (1/4/2026) malam.
Menurutnya perang ini menjadi perjalanan singkat AS untuk meraih semua tujuan militer.
Meski demikian, Trump tidak memberikan kejelasan komplit tentang bagaimana mengakhiri konflik selama dua hingga tiga minggu ke depan.
“Kita berada di ambang mengakhiri ancaman jahat Iran terhadap Amerika dan dunia,” kata Trump dalam pidato 19 menit dikutip dari The Guardian.
“Kita memegang kendali penuh. Mereka tidak memegang kendali sama sekali,” lanjut Trump, lantang.
Menyadari dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh konflik tersebut, ia mengutuk tindakan Iran yang menaikkan harga gas dalam jangka pendek.
Namun ia mengklaim, AS mencapai kemandirian energi.
Harga minyak dunia naik, tampaknya tidak banyak meredakan kekhawatiran pasar atas penutupan Selat Hormuz yang strategis.
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, di tengah serangan berkelanjutan terhadap kapal tanker minyak dan gas serta kapal dagang lainnya sejak awal konflik.
Hal ini menyebabkan harga minyak melonjak.
Baca Juga: Melawan Persipal di Stadion Maguwoharjo, Momentum PSS Sleman Perkuat Cengkeraman di Puncak Klasemen
Trump menyerukan kepada pemerintah untuk membantu mengamankan jalur minyak global.
Sebagaimana kita sadari, dampak konflik geopolitik ini semakin terasa bahkan menyebabkan kekacauan ekonomi di seluruh dunia.
Selain itu memecah belah aliansi transatlantik.
Yaitu kemitraan strategis, politik, keamanan, dan ekonomi antara Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa. (mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva