
Lebanon – Duka mendalam bagi Indonesia. Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan gugur hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.
Dua insiden terpisah terjadi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah yang semakin memanas.
Berikut kronologi lengkap berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Pertahanan RI, UNIFIL, dan Kemlu RI per Selasa (31 Maret 2026).
Insiden Pertama: Minggu Malam, 29 Maret 2026Pukul 20.44 waktu setempat (Lebanon), sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan.
Serangan artileri tidak langsung ini menghantam area yang ditempati kontingen Indonesia Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, tepatnya Kompi C UNP 7-1.
Akibatnya: Praka Farizal Rhomadhon (28 tahun), personel Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, gugur di tempat.
Satu prajurit mengalami luka berat: Praka Rico Pramudia.
Dua prajurit mengalami luka ringan: Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.
Praka Farizal Rhomadhon berasal dari Padukuhan Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia lahir pada 3 Januari 1998, meninggalkan seorang istri (Fafa Nur Azila, 25 tahun) dan anak perempuan berusia 2 tahun (Shanaya Almahyra Elshanu). Jenazah dimakamkan di TPU Nambangan, Ledok, Kulon Progo setelah dipulangkan dari Lebanon. Warga Kulon Progo sudah menyiapkan rumah duka sejak Senin (30/3/2026).
Semua korban langsung dievakuasi sesuai prosedur UNIFIL. UNIFIL menyatakan tidak mengetahui asal proyektil dan telah meluncurkan investigasi.
Insiden Kedua: Senin, 30 Maret 2026
Keesokan harinya, saat dua prajurit TNI sedang melaksanakan tugas pengawalan konvoi logistik UNIFIL, sebuah ledakan dari sumber yang belum diketahui menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, Sektor Timur, Lebanon Selatan.
Akibatnya: Dua prajurit gugur di lokasi (Prajurit TNI yang gugur bernama Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan). Dua prajurit lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.
Korban luka langsung dievakuasi ke fasilitas medis di Beirut untuk perawatan intensif. UNIFIL kembali menegaskan sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait asal ledakan.
Kementerian Pertahanan RI melalui Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan duka cita mendalam. Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian dan mendesak semua pihak menghormati Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta melindungi personel UNIFIL.
Sekjen PBB Antonio Guterres dan Wakil Sekjen untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix juga mengutuk insiden ini. Indonesia sebagai salah satu kontributor pasukan perdamaian terbesar di UNIFIL menekankan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin