Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Putin Nyatakan Rusia Tetap 'Teman Setia dan Mitra Andal' bagi Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:23 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin

MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kembali komitmen Moskow sebagai "teman setia dan mitra yang dapat diandalkan" bagi Iran. Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Melalui pernyataan resmi yang viral di platform X (dulu Twitter), Putin menekankan hubungan strategis Rusia-Iran yang terus menguat. Pernyataan tersebut menjadi sorotan setelah akun @BRICSinfo membagikannya dengan tajuk "JUST IN: 

President Putin says Russia 'remains a loyal friend and reliable partner' to Iran."

Latar Belakang Pernyataan Putin Pernyataan ini muncul pasca-transisi kepemimpinan di Iran, di mana Ayatollah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan ayahnya. Rusia sebelumnya telah menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif dengan Iran pada 2025, yang mencakup kerjasama ekonomi, politik, dan pertahanan – meski tanpa pakta pertahanan bersama.Hubungan kedua negara semakin erat melalui:

Kerjasama energi untuk mengatasi sanksi Barat

Pertukaran teknologi rudal dan drone

Dukungan bersama di forum seperti BRICS dan Shanghai Cooperation Organisation

Beberapa pengamat menilai pernyataan Putin lebih bersifat diplomatik-strategis untuk menyeimbangkan pengaruh Barat, daripada janji intervensi militer langsung. Rusia diketahui memberikan dukungan intelijen dan satelit kepada Iran, namun tetap berhati-hati agar tidak terlibat langsung dalam konflik yang lebih luas, terutama sambil fokus pada situasi di Ukraina.

Reaksi Publik di Media Sosial Pernyataan Putin memicu berbagai tanggapan di X. Sebagian netizen memuji langkah ini sebagai sinyal kuat pembentukan poros anti-Barat (Rusia-China-Iran). Namun, tidak sedikit yang skeptis, dengan komentar seperti:

"Loyal friend from a very safe distance"

"Russia hanya bicara, tapi tidak kirim pasukan"

"Ini lebih tentang kepentingan minyak dan geopolitik daripada persahabatan sejati"

Beberapa pengguna juga membandingkan dengan sikap Rusia terhadap negara lain, menyoroti sifat pragmatis aliansi Moskow.

Implikasi bagi Geopolitik Global Pernyataan ini memperkuat posisi Rusia sebagai aktor kunci dalam mendukung negara-negara yang menghadapi tekanan sanksi AS. Di sisi lain, hal ini dapat mempersulit upaya diplomasi Barat untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.Bagi Indonesia dan negara-negara Global South, perkembangan ini menjadi pengingat pentingnya diplomasi multipolar dan kerjasama selatan-selatan di tengah polarisasi kekuatan dunia. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#vladimir putin #perang iran #dukung #iran #rusia