RADARJOGJA , 19 Maret 2026 - Sebuah animasi 92 detik yang dibagikan akun astronomi @NightSkyToday di platform X (Twitter) langsung viral dan bikin takjub netizen dunia.
Animasi tersebut memperlihatkan bagaimana satelit NASA bernama SWOT (Surface Water and Ocean Topography) berhasil “memetakan” topografi dasar laut global hanya dengan mengukur gravitasi dari luar angkasa.
Bukan pemetaan langsung seperti kapal sonar, melainkan teknik canggih yang memanfaatkan gradien gravitasi vertikal dan defleksi permukaan air laut.
Hasilnya? Gambaran detail fitur dasar laut seperti abyssal hills (bukit-bukit samudra) dengan resolusi hingga 8 kilometer.
Mengapa Ini Penting untuk Indonesia?
Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan luas laut mencapai 6,4 juta km² tentu sangat terdampak.
Selama ini, hanya 25% dasar laut dunia yang benar-benar disurvei langsung menggunakan kapal.
Sisanya 75% masih “gelap” karena biaya survei laut yang mahal dan wilayah yang luas.
Dengan data SWOT yang dirilis NASA pada Maret 2025 dan kini kembali viral lewat animasi ini, para ilmuwan bisa memprediksi struktur bawah laut secara lebih akurat.
Manfaatnya luar biasa:
Memahami proses tektonik lempeng dan gempa bawah laut
Mendeteksi potensi tsunami lebih dini
Baca Juga: Serangan Rudal Iran Hantam Pusat LNG Terbesar Dunia di Qatar, Harga Gas Eropa Melonjak Tajam
Membantu eksplorasi sumber daya laut Indonesia
Mendukung penelitian iklim dan arus laut yang memengaruhi cuaca Jogja hingga Nusantara
“Teknik ini bukan pemetaan presisi seperti bathymetri langsung, tapi prediksi yang sangat berguna dan terus disempurnakan dengan pengamatan SWOT mendatang,” jelas penjelasan yang beredar di balik animasi tersebut.
Cara Kerja Satelit SWOT yang Bikin Dunia Heboh
Satelit mengukur tonjolan dan cekungan kecil di permukaan laut yang disebabkan oleh gravitasi dasar laut di bawahnya.
Semakin “berat” struktur bawah laut, semakin kuat gravitasi yang menarik air ke atas.
Dari data itu, ilmuwan menghasilkan peta topografi dasar laut global dengan resolusi tinggi.
Video 92 detik yang dibagikan @NightSkyToday menampilkan animasi 3D yang memukau: dari pegunungan bawah laut, lembah dalam, hingga pola abyssal hills yang selama ini tersembunyi.
Banyak netizen komentar: “Kok bisa sih dari luar angkasa?” dan “Apakah ini bisa temukan kapal hilang atau reruntuhan purba?”
Apa Bedanya dengan Pemetaan Konvensional?Pemetaan kapal hanya menjangkau area sempit dan mahal.
Sementara SWOT, yang diluncurkan NASA bersama mitra internasional, mampu memantau seluruh samudra dunia dalam waktu singkat.
Hasilnya bukan “foto langsung” dasar laut, melainkan inferensi akurat yang semakin mendekati realita.
Peneliti berharap data ini akan terus diperbarui dan semakin tajam di tahun-tahun mendatang.
Simak Animasi LengkapnyaAnda bisa langsung menyaksikan animasi menakjubkan ini di akun X @NightSkyToday (postingan 18 Maret 2026). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin