Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Serangan Rudal Iran Hantam Pusat LNG Terbesar Dunia di Qatar, Harga Gas Eropa Melonjak Tajam

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 19 Maret 2026 | 04:08 WIB

Pernyataan Qatar Energy di X.
Pernyataan Qatar Energy di X.

DOHA, QATAR – Fasilitas Ras Laffan Industrial City, pusat produksi liquefied natural gas (LNG) terbesar di dunia yang dikelola QatarEnergy, diserang rudal dan drone, menyebabkan kerusakan parah serta kebakaran hebat. 

QatarEnergy langsung menghentikan produksi LNG, mengancam pasokan sekitar 20% gas alam cair global.

Menurut pernyataan resmi QatarEnergy dan Kementerian Pertahanan Qatar, serangan tersebut terjadi tanpa menimbulkan korban jiwa berkat evakuasi cepat. 

Namun, kerusakan ekstensif memaksa penghentian total operasi di Ras Laffan dan fasilitas terkait di Mesaieed Industrial City.

Insiden ini merupakan eskalasi langsung dari konflik Israel-Iran. 

Serangan ke Ras Laffan datang hanya beberapa jam setelah Israel – dengan persetujuan AS – menghantam ladang gas South Pars milik Iran, fasilitas bersama yang menjadi sumber utama gas Teheran. 

Iran kemudian menyatakan instalasi energi di Teluk Persia sebagai target sah dan memerintahkan evakuasi personel dari kawasan tersebut.

Dampak Langsung ke Pasar Energi Global

Harga gas alam Eropa (Dutch TTF) langsung melonjak hingga 15-50% dalam perdagangan awal, mencapai level sekitar €45 per MWh atau lebih tinggi di beberapa laporan. 

Harga minyak mentah Brent naik sekitar 3-8%, mendekati $85 per barel. 

Ketakutan akan gangguan pasokan jangka panjang membuat pasar energi dunia berada dalam ketegangan tinggi.

Qatar, sebagai pemasok LNG terbesar ke Eropa, Asia (termasuk India), dan berbagai negara, kini menyatakan force majeure pada pengiriman. 

Hal ini berpotensi memicu krisis energi baru di musim dingin mendatang jika perbaikan fasilitas memakan waktu lama.

Latar Belakang Eskalasi Konflik

Serangan ini bagian dari gelombang balasan Iran terhadap serangan besar-besaran AS dan Israel yang menewaskan sejumlah petinggi tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. 

Iran meluncurkan puluhan rudal dan drone ke berbagai negara Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan UEA, menargetkan infrastruktur energi dan militer.

Saat ini, belum ada perkiraan resmi berapa lama produksi LNG Ras Laffan akan terhenti. 

QatarEnergy sedang menilai kerusakan dan berkoordinasi dengan mitra internasional untuk pemulihan. (iwa) 

(Sumber: Pernyataan resmi QatarEnergy, Kementerian Pertahanan Qatar, laporan Al Jazeera, Bloomberg, CNBC, dan update pasar energi global per 18-19 Maret 2026) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#serangan drone #serangan rudal #lng #perang iran #iran #qatar